Hakim Tolak Status Justice Collaborator Akhmad Zaini

Damar Iradat    •    Jumat, 12 Jan 2018 08:24 WIB
sidang korupsi
Hakim Tolak Status <i>Justice Collaborator</i> Akhmad Zaini
Terdakwa kasus suap mantan panitera PN Jaksel Tarmizi, Akhmad Zaini. ANT/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Permohonan justice collaborator pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection Akhmad Zaini ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Hakim menilai permohonan Akhmad Zaini tidak berdasar.

Hakim Mochamad Arifin mengatakan, jaksa penuntut umum dalam tuntutannya menyatakan Akhmad Zaini telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang sangat signifikan. Sehingga penyidik atau penuntut umum dapat mengungkap pidana secara efektif dan mengungkap pelaku lain yang memiliki peran lebih besar atau mengembalikan aset-aset atau hasil suatu hasil tindak pidana.

"Menimbang berdasarkan fakta-fakta telah dipertimbangkan di atas, perbuatan terdakwa telah tebukti sebagaimana dalam dakwan primer," kata hakim Arifin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Januari 2018.

Hakim melanjutkan, Akhmad Zaini juga dinilai sebagai pelaku utama dalam perkara a quo. Oleh karena itu, sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Makhamah Agung nomor 4 tentang pedoman permohonan terdakwa agar terdakwa dijadikan jadi JC tidak beralasan.

"Tidak berdasar dan kerenanya harus ditolak," tutur jaksa.

Namun begitu, menimbang bahwa walaupun permohonan ditolak namun, sikap kooperatif yang telah ditunjukkan terdakwa selama persidangan, maka itu akan akan menjadi petimbangan majelis dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa.

Sebelumnya Akhmad Zaini divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia dijatuhi hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara serta denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut agar hakim memvonis Akhmad Zaini dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

Atas perbuatannya, Akhmad dinilai melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.



(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA