Novanto Bungkam Dicecar Soal Pelimpahan Berkas

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 05 Dec 2017 23:00 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Bungkam Dicecar Soal Pelimpahan Berkas
Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Foto: MTVN/Juven Martua Sitompul

Jakarta: Ketua DPR RI Setya Novanto memilih bungkam usai diboyong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el itu dibawa ke markas antirasuah untuk menandatangani berkas penyidikannya yang rampung.

Ketua Umum Partai Golkar nonaktif ini juga mengunci mulutnya rapat-rapat saat disinggung pelimpahan berkasnya ke tahap penuntutan. Dia yang menenteng berkas putih terus menerobos kerumunan wartawan untuk masuk ke mobil tahanan yang terparkir di pelataran KPK.

Sementara itu, Fredrich Yunadi selaku kuasa hukum Novanto mengatakan, tim kuasa hukum menolak menandatangani penyerahan berkas tahap dua tersebut. Tim kuasa hukum menolak menandatangani berkas perampungan penyidikan dengan alasan pemberitahuan secara mendadak.

"Saya tolak minta jika butuh pendampingan wajib diberi tenggang waktu 3 hari kerja," kata Fredrich dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Tak hanya itu, Fredrich juga menolak permintaan KPK agar salah satu perwakilan kuasa hukum mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu hadir dan menandatangani berkas penyidikan. Kepada penyidik KPK, Fredrich menyebut semua tim kuasa hukum tengah menjalankam serangkaian kegiatan.

Tak terima dengan alasan itu, lanjut Fredrich, KPK lantas meminta pengacara dari Kantor Hukum Maqdir Ismail and Partners, yang baru menjadi kuasa hukum Novanto, datang mendampingi mantan Ketua Fraksi Golkar itu.

"Segala risiko dan tanggung jawab adalah pribadi Rekan Maqdir," ucap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Maqdir Ismail mengaku telah mendapat surat kuasa dari Novanto untuk menjadi kuasa hukumnya dalam perkara korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Namun, Maqdir mengklaim belum banyak tahu soal detail kasus yang menjerat mantan bendahara umum Partai Golkar itu.

"Sudah bicara, sudah ada kuasa (dari Setnov). Cuma saya belum tahu dengan prosesnya gimana sekarang. Saya kan belum tahu apa-apa," kata Maqdir.

Di samping dari itu, Maqdir juga mengakui ada penyidik KPK yang meminta mendampingi Novanto untuk menandatangani berkas penyidikan tersebut. Namun, pihaknya menolak dan meminta untuk ditunda sampai besok.

"Enggak, enggak jadi malam ini, kita tunda besok," pungkas Maqdir.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan berkas penyidikan Ketua DPR RI Setya Novanto telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saat ini, jaksa penuntut pun tengah menyusun surat dakwaan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut.

"Masih dikerjakan," kata Ketua KPK Agus.

Selain menyusun surat dakwaan, Agus mengatakan tim Biro Hukum KPK juga tengah mempersiapkan semua jawaban dan bukti-bukti untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan Novanto. Surat dakwaan dan berkas jawaban praperadilan disiapkan lembaga Antikorupsi dengan baik.

"Dua-duanya kita siapkan dengan baik, prapid (praperadilan) dan penyelesaian berkas," ujar Agus.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA