Istaka Karya: Karyawan Kami di Nduga 28 Orang

Fachri Audhia Hafiez    •    Rabu, 05 Dec 2018 10:53 WIB
penembakanPembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Istaka Karya: Karyawan Kami di Nduga 28 Orang
Lokasi pembangunan Jembatan Kali Yigi di jalur Trans Papua, yang menjadi lokasi penembakan pada Minggu, 2 Desember 2018, sumber foto: Kemen PUPR

Jakarta: PT Istaka Karya belum mengetahui pasti jumlah karyawannya yang menjadi korban dalam penembakan di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian.

"Korbannya menurut berita simpang siur yang belum bisa kita pastikan. Kami menunggu koordinasi dari crisis center yang ditangani oleh Polda Papua untuk evakuasi dan penanganan para korban," kata Sekretaris PT Istaka Karya Yudi Kristianto saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 5 Desember 2018.

Yudi mengungkapkan jumlah karyawan yang tengah menangani proyek sebanyak 28 orang. Jumlah itu dibagi dua, masing-masing menangani Kali Yigi dan Kali Aurak. Namun, tidak semua karyawan berada di lapangan saat kejadian. 

"Di sana kan ada basecamp, jadi memudahkan koordinasi dan distribusi logistik dan lain-lain. Kita ada mess juga, jadi bukan berarti semua di proyek," ucap Yudi.

(Baca juga: Evakuasi Korban Penembakan Dilanjutkan Hari Ini)

Pekerja-pekerja itu, kata Yudi, berasal dari berbagai daerah. Yudi membantah tak ada keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek tersebut.

"Tiap daerah atau lokasi proyek itu kita gunakan tenaga kerja dari berbagai daerah, mungkin ada dari Sulawesi dan Jawa. Tapi, mayoritas kita menggunakan putra daerah Papua," kata dia.

Kabidhumas Polda Papua Kombes AM Kamal menyebut 31 orang diduga meninggal dan seorang lainnya hilang. Puluhan orang itu dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi dan Kali Aurak, Minggu, 2 Desember 2018.

Kamal menyebut para korban adalah pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak.


 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA