Polisi Mengusut Pencucian Uang Komplotan Perampok Davidson

Arga sumantri    •    Senin, 19 Jun 2017 14:15 WIB
perampokan
Polisi Mengusut Pencucian Uang Komplotan Perampok Davidson
Lokasi perampokan yang disertai kekarasan di SPBU Jembatan Gantung, Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Faisal Abdalla

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menyelidiki pencucian uang hasil rampokan geng Lampung yang baru-baru ini menggasak uang hingga  nyawa Davidson Tantono, 30. Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan, harta seperti rumah atau kendaraan milik pelaku disinyalir didapat dari hasil merampok.

"Kita akan dalami itu hasil dari mana saja," tegas Iriawan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.

Iriawan menduga hasil rampokan komplotan itu sangat banyak. Apalagi, dua dari empat pelaku yang ditangkap mengaku sudah puluhan kali beraksi.

"Kita kembangkan untuk TKP lain selain di Cengkareng itu," ucap Iriawan.

Polisi telah mencokok empat tersangka perampok yang membunuh Davidson. Keempatnya ialah DTK, IR, TP, dan M.

IR ditembak mati polisi. Ia diyakini sebagai wakil kapten komplotan perampokan.

Sementara dua pelaku lainnya mengaku lebih dari sepuluh kali menjalankan aksinya. Dua pelaku terakhir ditangkap di Lampung.

Polisi masih memburu pelaku lainnya. Polisi meyakini komplotan perampok yang membunuh Davidson lebih dari empat orang. Satu di antaranya yang jadi buronan merupakan kapten geng rampok. Namun, polisi masih menyimpan identitas pemimpin geng tersebut.

Davidson Tantono merupakan korban perampokan disertai penembakan di SPBU Jalan Daan Mogot KM 12, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Jumat 10 Juni 2017, pukul 13.30 WIB. Davidson meninggal dalam peristiwa tersebut. Perampok membawa kabur uang sekitar Rp300 juta yang baru saja diambil Davidson dari bank tak jauh dari lokasi.


(OJE)