4 Tersangka Suap DPRD Mojokerto Diperiksa

Damar Iradat    •    Selasa, 20 Jun 2017 12:20 WIB
ott kpk
4 Tersangka Suap DPRD Mojokerto Diperiksa
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani dikawal petugas ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6/2017). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat orang yang ditangkap di Mojokerto, Jawa Barat, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diduga terlibat kasus suap antara eksekutif dan legislatif di Mojokerto.

"Keempat orang tersebut akan diperiksa sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa 20 Juni 2017.

Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkot Mojokerto Wiwiet Febryanto, Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani (dari Fraksi PKB) dan Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Faruq (dari Fraksi PAN).

Suap terkait upaya memuluskan pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Mojokerto tahun anggaran 2017.

Operasi tangkap tangan di Mojokerto pada Jumat malam 16 Juni. Tim Satuan Tugas KPK menyita uang sebesar Rp470 juta diduga suap untuk pimpinan DPRD Mojokerto yang diberikan Wiwiet melalui seorang perantara.

Sebanyak Rp300 juta diduga pembayaran atas total komitmen fee Rp500 juta dari Wiwiet untuk tiga pimpinan DPRD Mojokerto.  

Purnomo, Fanani, dan Umar sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Wiwiet sebagai pemberi dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


(TRK)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

2 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA