Gubernur Akpol: Tidak Ada Ampun

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 19 May 2017 06:20 WIB
kekerasan
Gubernur Akpol: Tidak Ada Ampun
Gubernur Akademi Polisi Inspektur Jenderal Anas Yusuf. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Akademi Polisi Inspektur Jenderal Anas Yusuf memastikan akan mencari titik atas kematian Muhammad Adam, taruna tingkat 2 di Akpol Semarang, Jawa Tengah. Proses hukum akan dijalankan bila terbukti ada penganiayaan.

"Prinsipnya, pimpinan Polri sudah menyampaikan ke saya untuk menindak bila ada indikasi ke arah kekerasan. Tidak ada ampun," kata Anas di rumah duka Adam, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.

Dia menerangkan, Tim Profesi dan Pengamanan (Propam) sudah terjun untuk mengusut perkara ini. Komisi Kepolisian Nasional juga sudah mendatangi Akpol Semarang. "Kita akan laksanakan sesuai proses yang ada," tutur dia.

Sebagai gubernur Akpol, Anas memastikan akan bertanggung jawab atas peritiwa ini. Ia meminta maaf masih ada peristiwa kekerasan yang menyebabkan nyawa seseorang siswa hilang.

"Kami selaku gubernur bertanggung jawab apa pun resikonya karena kami sudah berusaha maksimal tapi pasti masih ada kekurangan dan sebagainya," ungkapnya

Anas pun menyayangkan kematian Adam. Menurut dia, Adam adalah salah satu siswa terbaik di Akpol Semarang. "Innalillahi, kita kehilangan anak bangsa yang terbaik dan peristiwa itu juga kita sangat sayangkan," ujar Anas.

Baca: Isak Tangis Mengiringi Pemakaman Adam di Malam Hari

Adam mengembuskan nafas terakhir sekira pukul 02.30 WIB, Kamis pagi. Dia ditemukan tak bernyawa di asramanya dan lekas dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. 

Dari pemeriksaan luar, ada luka lebam di dada dan jari korban. Adam diduga meninggal karena penganiayaan, melihat adanya sejumlah luka di tubuhnya. 

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, kasus itu sedang ditangani Polda Jawa Tengah. Sebanyak 21 saksi dari taruna sudah diperiksa. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengeluarkan kesimpulan.


(OGI)