Penyuap Eks Politikus Demokrat Divonis 2 Tahun Penjara

Damar Iradat    •    Kamis, 13 Sep 2018 20:01 WIB
ott kpk
Penyuap Eks Politikus Demokrat Divonis 2 Tahun Penjara
Penyuap anggota DPR Amin Santono, Ahmad Ghiast - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Penyuap anggota DPR Amin Santono, Ahmad Ghiast divonis dua tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

Majelis hakim menilai, Direktur CV Iwan Binangkit itu telah terbukti menyuap Amin Santono yang juga eks politikus Partai Demokrat. Ahmad Ghiast terbukti menyuap Amin sebesar Rp510 juta.

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Bambang Hermanto saat membaca amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Dalam menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Antara lain, perbuatan Ahmad Ghiast tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Namun begitu, Ahmad Ghiast berlaku sopan dan berterus terang selama persidangan. Tidak hanya itu, Ahmad Ghiast juga belum pernah dipidana dan sudah tidak berpenghasilan, sehingga menjadi tulang punggung keluarga.

Majelis hakim juga menolak permohonan Ahmad Ghiast sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Ahmad Ghiast terbukti menyuap Amin Santono sebesar Rp510 juta yang juga diberikan kepada Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

(Baca juga: KPK Sita Emas 1,9 Kg terkait Kasus Amin Santono)

Dalam kasus ini, Amin Santono diduga telah menerima uang suap ‎sebesar Rp500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek senilai Rp25 miliar. Uang Rp500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,7 miliar.

Uang tersebut diberikan kepada Amin Santono dari seorang kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang yakni Ahmad Ghiast. Uang Rp500 juta itu diberikan kepada Amin Ghiast dalam dua tahap.

Pada tahapan pertama, Ahmad Ghiast mentransfer uang Rp100 juta melalui Eka Kamaluddin selaku perantara suap. Kemudian, pada tahap kedua Ahmad Ghiast menyerahkan secara langung di sebuah restoran di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

‎Sementara itu, Yaya Purnomo berperan bersama-sama serta membantu Amin Santono meloloskan dua proyek di Pemkab Sumedang yakni, proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang serta proyek di Dinas PUPR Sumedang.

Ahmad Ghiast terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Vonis yang dijatuhi majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Ahmad Ghiast hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider empat bulan penjara.

(Baca juga: Harta Amin Santono Mencapai Rp15 Miliar)
 


(REN)