Atut Menangis Memohon Keadilan

Surya Perkasa    •    Kamis, 06 Jul 2017 17:01 WIB
korupsi alat kesehatan
Atut Menangis Memohon Keadilan
Ratu Atut/ANT/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratu Atut Chosiyah menangis tersedu usai membacakan nota pembelan atau pleidoi. Mantan Gubernur Banten yang terjerat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit Rujukan Provinsi Banten itu berharap hakim adil memutus perkaranya.

"Saya mohon dengan sangat, keputusan saya yang dianggap melakukan kesalahan diputus seadilnya. Saya mohon," kata Atut terbata-bata dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 4 Juli 2017.

Suara Atut semakin mengecil ketika mengatakan masih memiliki tanggungan seorang putri. Dia sempat berhenti bicara sambil menyeka air mata.

Atut kemudian meminta maaf karena dianggap telah melakukan perbuatan melanggar hukum saat menjadi pejabat negara. "Kesalahan bukan yang saya rancang. Semua yang disampaikan (jaksa), termasuk istighosah, sudah disampaikan dalam sidang oleh para saksi. Semoga jadi pertimbangan yang mulia," kata dia.

Kakak Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan itu kembali memohon agar dia diadili seadil-adilnya. Apalagi, kata Atut, dia sedang menjalani 7 tahun pidana penjara karena kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Saat penasihat pembacaan pleidoi, Atut disebut telah berupaya berbuat baik dengan mengembalikan Rp3,8 miliar yang diduga jadi uang korupsi ke KPK. Sedangkan Jaksa KPK menyatakan tetap pada tuntutan semula.

"Dalam persidangan sebelumnya terdakwa sudah mengakui perbuatannya," kata tim Jaksa KPK.

Dalam sidang pembacaan tuntutan pada 16 Juni 2017, Atut dituntut delapan tahun pejara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan. Atut dinilai terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(OJE)