Polisi ke Taiwan Periksa Tiga Pengendali 1 Ton Sabu

Arga sumantri    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:47 WIB
sabupenyelundupan narkotika
Polisi ke Taiwan Periksa Tiga Pengendali 1 Ton Sabu
Barang bukti sabu 1 ton yang didapat di Anyer, Serang, Banten, Rabu (12/7/2017) malam. Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian RI bakal terbang ke Taiwan guna memeriksa tiga pengendali penyelundupan 1 ton sabu ke Indonesia yang ditangkap kepolisian Taiwan. Pemeriksaan guna mengembangkan sindikat penyelundup barang haram tersebut.

"Kemungkinan akhir bulan ini. Saat ini sedang proses administrasi," kata Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Bambang Yudhantara saat dikonfirmasi, Jumat 11 Agustus 2017.

Tiga pengendali yang merupakan warga Taiwan itu yakni YHC alias Aping, YPC alias Apao, dan DZS alias Aseng. Bambang mengatakan hasil penyelidikan sementara tiga orang itu memiliki peran berbeda.

YHC alias Aping misalnya, bertugas mengoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan operasi penyelundupan sabu. Ia juga yang memegang uang operasional selama proses penyelundupan.

Lalu, YPC alias Apao, bertugas menyediakan seluruh sarana dan prasarana para pelaku. "Mulai dari tiket dan kendaraan selama berada di Indonesia untuk menjalankan operasi," ujarnya.

Sementara, DZS alias Aseng merupakan orang yang pertama kali datang ke Indonesia untuk survei lokasi. Aseng juga bertugas merekrut eksekutor penyelundupan.

"Pada November 2016 datang ke Jakarta bertemu saksi AN bilang mau bisnis di Indonesia dan minta dicarikan rumah. Rumah tersebut ternyata akan digunakan untuk gudang narkotika," bebernya.

Baca: Penyelundup 1 Ton Sabu Jaringan Internasional

Penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu digagalkan polisi. Penggerebekan dilakukan di Dermaga eks Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, pada Kamis 13 Juli 2017 dini hari.

Keempat penyelundup sabu yang merupakan warga negara Taiwan sudah dibekuk. Mereka yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li.

Lin Ming Hui tewas dalam penggerebakan karena melawan dan membahayakan aparat. Sementara Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu ditangkap hidup-hidup. Hsu Yung Li sempat buron, namun berhasil ditangkap. Ia dicokok saat mencoba kabur dengan menyetop bus pariwisata di Cilegon.

Beberapa hari kemudian, Tim dibantu Polda Kepri dan Bea Cukai Batam menangkap kapal Wanderlust yang digunakan membawa 1 ton sabu ke Tanah Air. Sebanyak lima Anak Buah Kapal (ABK) yang mengirimkan barang haram tersebut ke Indonesia turut ditangkap.




(UWA)