Kotjo Tak Tahu Bantuannya Termasuk Suap

Damar Iradat    •    Senin, 03 Dec 2018 14:14 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Kotjo Tak Tahu Bantuannya Termasuk Suap
Johannes Budisutrisno Kotjo Foto Antara Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Terdakwa kasus dugaan suap terkait pembangunan proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo mengaku tak mengetahui bantuannya kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih berbuntut proses hukum. Ia mengaku, niatnya sejak awal hanya membantu Eni.
 
Hal tersebut diungkap Kotjo saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 3 Desember 2018. Kotjo mengaku tak mengerti masalah hukum hingga ia dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena memberi uang kepada Eni.
 
"Mungkin naif untuk beberapa orang, tapi tidak bagi saya. Saya tidak tahu memberi bantuan ke orang akan berpotensi masalah hukum atau disebut korupsi," kata Kotjo.
 
Kotjo mengakui memberikan uang kepada Eni. Setiap bantuan yang ia berikan selalu dicatat sekretarisnya. Menurut Kotjo membantu adalah hal lumrah. Sebab, dalam pandangannya, ketika ia membantu seseorang, maka di masa depan, orang yang dibantu bisa saja membantu dirinya.
 
"Maka ketika Bu Eni minta saya menyukseskan kegiatan partainya dan mendukung suaminya, tidak pernah terpikir bantuan itu saya konversi menjadi keuntungan," ucap dia.
 
Kotjo mengaku membantu Eni sebagai teman. Jika ia mengetahui bantuan itu berpotensi menyeretnya dalam proses hukum, ia bakal berpikir seribu kali untuk memberi bantuan.
 
"Kalau saya tahu dari awal, mungkin saya akan berpikir ulang sebelum membantu," kata Bos Blackgold Natural Resources Limited itu.
 
Ia menerangkan, awalnya ia tidak mengerti kala KPK menerangkan jika bantuannya kepada Eni dikaitkan dengan proyek PLTU Riau-I. Menurut dia, Eni memang membuka jalur komunikasi antara dirinya dengan PT PLN (Persero), namun tidak pernah menanyakan mengenai komitmen fee.
 
"Kenapa butuh dibuka jalur? Karena saya tidak kenal orang di PLN, kalau jalur normal pasti panjang dan berbelit, saya sebagai wirausaha butuh rasa sungkan terhadap legislator tentu dalam batas wajar maka saya tidak kepikiran untuk memberikan apresiasi apa," jelas Kotjo.

Baca: Johannes Kotjo Dituntut Empat Tahun Bui

Kotjo sebelumnya dituntut empat tahun penjara oleh jaksa KPK. Ia dianggap telah terbukti menyuap Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000.
 
Menurut Jaksa, uang yang diberikan Kotjo kepada Eni Saragih bertujuan agar perusahaannya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP)‎ PLTU Riau-I. Proyek tersebut merupakan kerja sama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.
 
Kotjo dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP‎.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA