Bareskrim Polri Menunggu Hasil Cek Kontruksi Masjid Al Fauz

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 18 Mar 2017 08:07 WIB
dugaan korupsi
Bareskrim Polri Menunggu Hasil Cek Kontruksi Masjid Al Fauz
Masjid Al-Fauz di komplek kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Foto: Riyan Ferdianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih menunggu hasil penghitungan ahli kontruksi, terkait dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz yang menyeret nama mantan Cawagub DKI Jakarta Sylviana Murni. 

"Kontruksinya belum," kata Kasubdit I Dittipidkor Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan, Sabtu 18 Maret 2017. 

Adi mengungkap, ahli kontruksi kini masih menggali keterangan dan menganalisa dokumen terkait pembangunan Masjid Al Fauz. Bukan perkara mudah, pasalnya pihaknya harus satu per satu meneliti komposisi bangunan di Masjid yang dibangun era Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni itu. 

"Nanti dari sana dapat apa saja hal hal yang dicurigai dalam dokumen yang perlu didalami. Sehingga kita bisa fokus ke titik itu aja dulu," jelasnya. 

Lebih lanjut, kata dia, Masjid Al Fauz memiliki luas bangunan yang cukup besar. Pihaknya termasuk ahli kontruksi harus teliti dalam menelisik dugaan korupsi pada bangunan tersebut. 

"Bangunan nih, gede. Kita fokus ke lantai ya, karena terindikasi korupsi. Misalnya gitu. Atau kita fokus ke kamar mandi ya, ternyata kamar mandi dengan dokumen enggak match," tandasnya.

Pada 2011, ada tambahan anggaran sebesar Rp5,6 miliar. Masjid selesai dibangun pada 30 Januari 2011 dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo.

Saat itu, kursi wali kota diduduki Saefullah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Derah DKI Jakarta. Saefullah telah dimintai keterangan saat kasus masih di tingkat penyelidikan.

Saefullah menjelaskan, tiang pancang bangunan masjid sudah ada sejak kepemimpinan Wali Kota Muhayat pada 2004. Tapi, pembangunan tidak dilanjutkan karena kekurangan anggaran.

Pembangunan masjid diteruskan pada saat Sylvi menjabat pada 2010. Menurut Saefullah, anggaran pembangunan masjid disusun pada masa kepemimpinan Sylvi. Namun, kontrak pembangunan diteken Wakil Wali Kota Jakpus Rospen Sitinjak karena Sylvi sedang menjalani diklat di Lemhanas selama sembilan bulan.

Tidak lama setelah tanda tangan, Rospen lengser dari jabatannya dan digantikan Fatahillah. Saefullah menyebut, Fatahillah memiliki peran menandatangani surat penagihan pertama.

Pada 4 November 2010, Saefullah mulai menjabat Wali Kota Jakpus. Saat itu dilakukan penagihan kedua. Di masa Saefullah, penyelesaian pembagunan masjid dianggarkan Rp5,6 miliar untuk finishing interior, keramik, dan tempat wudhu.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai ada kelebihan anggaran sebesar Rp 108 juta dari pembangunan Masjid Al Fauz pada 2011. Pemkot Jakarta Pusat disebut sudah mengembalikan kelebihan anggaran tersebut ke kas daerah.

Menurut Saefullah, kelebihan anggaran wajar untuk pembangunan fisik. Namun, penyidik menemukan indikasi awal adanya penyimpangan dalam pembangunan masjid. Diduga, ada kerugian negara akibat ketidaksesuaian spesifikasi saat kontrak dengan saat sudah dibangun.


(LDS)

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

57 minutes Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan karangan bunga warna-warni memenuhi halaman Balai Kota DKI Ja…

BERITA LAINNYA