Terduga Teroris Asal Majalengka Racik Bom Buat Pemesan

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 25 Nov 2016 18:11 WIB
terorisme
Terduga Teroris Asal Majalengka Racik Bom Buat Pemesan
Ilustrasi terorisme. Foto: MTVN/Mohammad Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Densus 88 Atiteror Mabes Polri mencokok terduga teroris berinisial RPW asal Majalengka. RPW diduga meracik bom untuk pesanan dari beberapa kelompok jaringan teroris di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Rikwanto menjelaskan, Densus 88 menyita barang bukti berupa kombinasi senyawa kimia bahan baku pembuat bom. Bahan-bahan ini nantinya akan dikirim ke pemesan. Di antaranya untuk pemesan dari kelompok jaringan teroris di Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.

"Sebelum sempurna (menjadi bom) dan diedarkan ke pemesan sudah ditangkap Densus," kata Rikwanto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Polisi masih mendalami jaringan kelompok teroris yang memesan bom dari RPW. Diduga, pemesan masih memiliki kaitan dengan jaringan teroris kelompok Bahrun Naim yang saat ini berada di Timur Tengah.

Dalam meracik bom, jelas Rikwanto, tersangka dibantu beberapa kolega di rumahnya. Mereka berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO). "Inisialnya sudah ada sama Densus, tinggal dalam pencarian," kata Rikwanto.

Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali mencokok terduga teroris di Majalengka, Jawa Barat, Rabu 23 November. Sejumlah barang bukti diduga bahan dasar membuat bom disita polisi. Di antaranya, asam nitrat, asam sulfat, air raksa dan pupuk urea.

Terduga ditangkap di Desa Girimulya, RT 003, RW005, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Diduga, RPW masuk dalam jaringan teror Bahrun Naim.

Pria kelahiran tahun 1992 itu diketahui beralamat di Blok Situsari, RT 003 RW 005 Desa/Kelurahan Girimulya, Kecamatan Banjaran.

RPW terancam dikenakan Pasal UU Terorisme yaitu melakukan pemufakatan jahat dengan melawan hukum membuat, menyimpan dan menguasai bahan peledak dengan maksud akan digunakan untuk tindak pidana terorisme.

"Tersangka kita kenakan Pasal 15 junto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Terorisme ancaman 10 tahun sampai penjara seumur hidup," kata Rikwanto.


(MBM)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

40 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA