Alasan Dua Tersangka Kondensat Batal Ditahan

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 09 Jan 2018 20:17 WIB
korupsi migas
Alasan Dua Tersangka Kondensat Batal Ditahan
Ilustrasi Bareskrim

Jakarta: Dua tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan kondensat milik negara, Raden Priyono dan Djoko Harsono, batal ditahan oleh Kejaksaan Agung. Musababnya, Bareskrim Polri batal melakukan pelimpahan tahap kedua kasus itu Kejaksaan Agung, kemarin. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, pelimpahan tahap kedua kasus yang meliputi penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejagung batal lantaran masih ada satu tersangka yang belum kembali ke Indonesia. Satu tersangka itu yakni Direktur Utama PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI), Honggo Wendratno.

"Kita kemarin minta untuk semua pihak datang di hari Senin (8 Januari). Yang datang cuma dua, pak Raden Priyono dan pak Joko Harsono, tapi si Honggo belum," kata Agung di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 9 Januari 2018.

Agung menyebut pelimpahan tahap kedua baru bisa dilakukan jika seluruh tersangka bisa diserahkan bersamaan ke Kejagung. Ia khawatir, jika seluruh tersangka tidak dilengkap, pelimpahan tahap kedua bisa ditolak kejaksaan. "Itu sih objektifnya seperti itu," ucap Agung. 

Agung menyebut masih berupaya memulangkan Honggo ke Tanah Air. Terakhir, kata Agung, polisi mengendus Honggo ada di Singapura. Namun, saat ini Agung mengaku belum bisa memastikan keberadaan Honggo. Polisi akan menggandeng Inteerpol untuk memulangkan Honggo.

"Tapi kita proses, berproses untuk nanti mengadili semua tersangka kepada Kejaksaan," ucapnya.

Baca: Dua Tersangka Kasus Kondensat Batal Ditahan

Kasus ini bermula ketika PT Trans-Pasific Petrochemical Indotama (PT TPPI) ditunjuk BP Migas untuk mengelola kondensat periode 2009-2011. Namun, saat melaksanakan lifting pertama pada Mei 2009 belum ada kontrak.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman menyatakan, dalam kontrak, PT TPPI harus menjual kondensat pada PT Pertamina. Tapi belakangan diketahui PT TPPI tidak menjual kondensat ke Pertamina melainkan ke pihak lain.

Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensar Bagian Negara. Selain itu, tindakan ini tak sesuai Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Walhasil negara dirugikan. Adi mengungkap, berdasar perhitungan BPK, kerugian negara mencapai USD2,716 miliar. Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Pada kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno. Berkas perkara ketiganya telah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan Agung.


(AGA)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

12 hours Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA