Saksi dapat Rp100 Juta Urus Pinjaman untuk Pemda Lamteng

Fachri Audhia Hafiez    •    Senin, 09 Jul 2018 16:59 WIB
Suap Bupati Mustafa
Saksi dapat Rp100 Juta Urus Pinjaman untuk Pemda Lamteng
Sidang lanjutan kasus suap Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lampung Tengah Mardani mengaku mendapat uang Rp100 juta. Uang itu didapat setelah dia mengurus surat Pengajuan Pinjaman Daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

Mardani yang dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka suap Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa menyebut, 20 kali bolak-balik Jakarta-Lampung Tengah untuk mengurus surat itu. 

"Lebih dari 20 kali dalam rentang waktu dari 2016 mengenai administrasi pinjaman," beber Mardani di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Administrasi pinjaman, kata dia, diurus bersama rekannya ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan PT SMI Jakarta.

(Baca juga: Bupati Lampung Tengah Pakai Uang Suap untuk Santunan)

Dari pengurusan itu, dia mendapat Rp100 juta. "Dikasih orang suruhan Bupati," beber dia.

Mardani mengaku, saat ini uang itu sudah ia kembalikan ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Iya, dikembalikan, bukan hak saya," tukas dia.

Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa didakwa menyuap anggota DPRD Lamteng sejumlah Rp9,6 miliar. Suap tersebut agar anggota DPRD memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah kepada PT SMI sebesar Rp300 miliar pada Tahun Anggaran 2018.




(REN)