Pengacara Sebut Jaksa Simpulkan Jessica Bersalah Hanya Pakai Teori

Arga sumantri    •    Selasa, 18 Oct 2016 01:54 WIB
kematian mirna
Pengacara Sebut Jaksa Simpulkan Jessica Bersalah Hanya Pakai Teori
Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kiri). Foto: Susanto/MI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim penasihat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso menilai replik (tanggapan terhadap pleidoi) Jaksa penuntut umum (JPU) minim substansinya. Cara jaksa menyimpulkan Jessica bersalah, juga dianggap hanya bersandarkan teori.

Salah seorang pengacara Jessica, Otto Hasibuan menyatakan, sampai membacakan repliknya, tuntutan jaksa terhadap Jessica minim bukti. Jaksa dianggap lebih mengedepankan asumsi lewat teori, dan mengesampingkan fakta.

"Luar biasa sekali kita ini, orang mau dituduh membunuh dengan teori, bukan dengan fakta," kata Otto usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Otto menilai, ada ranah yang seperti dihindari jaksa dalam repliknya. Utamanya, soal hasil analisa patologi terhadap Wayan Mirna Salihin. Hasil patologi yang dimaksud Otto yakni kesimpulan Laboratorium Kriminal (Labkrim) soal barang bukti cairan lambung Mirna.

Baca: Jaksa Sebut Saksi Mata Kasus Jessica bukan Segalanya

Dalam berkas perkara kasus ini, hasil Labkrim soal cairan lambung Mirna dinyatakan negatif sianida. Cairan lambung itu disebut dalam berkas sebagai BB IV, yang diperiksa 70 menit setelah Mirna dinyatakan meninggal.

"Mereka loncat, bicara tentang circumstances evidence, hal-hal di luar bukti langsung atau direct evidence. Soal keadaan di luar, dikait-kaitkan," ujar Otto.

Otto menyayangkan hal itu. Sebab, menurutnya dalam kasus pembunuhan berencana, paling pertama yang mesti terang adalah sebab matinya seseorang. Otto bilang, "Sebelum bicara siapa pelakunya, maka kita harus bicara dulu, matinya korban karena apa. Ternyata, bukan karena sianida."

Otto juga menyinggung dasar kesimpulan jaksa tentang adanya lima gram sianida. Kesimpulan jaksa itu juga rupanya hasil dari keterangan ahli. "Bukan fakta!" tegas Otto.

Hal lainnya yang menunjukkan kesimpulan jaksa hanya bersandar pada teori, kata Otto, soal penetapan waktu krusial Jessica patut diduga memasukkan sianida. Jam krusial Jessica patut dicurigai memasukkan sianida disebut jaksa dalam rentang waktu 16.29 WIB sampai 16.34 WIB. Simpulan itu diucap oleh ahli digital yang dihadirkan jaksa, Muhammad Nuh.

"Faktanya, tidak ada saksi mata satupun yang melihat Jessica menaruh sianida ke dalam gelas es kopi vietnam yang diminum Mirna," ujar Otto.

 


(AZF)