Irman Sempat Bahas Kelangkaan Gula di Sumbar ke DPD

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 11 Jan 2017 21:47 WIB
irman gusman ditangkap
Irman Sempat Bahas Kelangkaan Gula di Sumbar ke DPD
Anggota DPD RI asal Riau Djasarmen Purba menajdi saksi dipengadilan Tipikor dengan terdakwa mantan Ketua DPR-RI Irman Gusman tersangka suap kasus pengurusan kuota gula impor Sumatera Barat di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/1/2017). Foto: MI/Mohamad

Metrotvnews.com, Jakarta: Senator dari Kepulauan Riau Djasarmen Purba jadi saksi dalam persidangan terdakwa kasus kuota gula impor Irman Gusman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Pembahasan masalah kelangkaan gula di Sumatera Barat sempat dibahas di Dewan Perwakilan Daerag (DPD) RI. Namun, tindak lanjut masalah ini tidak diinformasikan oleh Irman Gusman.

"Apakah problem kelangkaan gula di Sumbar pernah disampaikan secara formal ke dalam forum DPD?" tanya hakim John Chalasan.

"Sepengtahuan saya itu pernah dilakukan," jawab Djasermen.

Irman, kata Djasarmen, tak pernah mengabarkan lebih lanjut masalah kelangkaan gula di Sumatera Barat. Termasuk, penunjukan CV Semesta Berjaya yang ditunjuk untuk impor gula. "Kalau tindak lanjutnya saya tidak pernah diinformasikan," kata Djasermen.

Semestinya, lanjut dia, DPD membentuk tim kerja membahas masalah kelangkaan gula di Sumatera Barat. "Contoh membentuk pansus gula untuk tindak lanjutnya," lanjut dia.

KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap rekomendasi penambahan kuota distribusi gula impor wilayah Sumbar pada 2016 yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya. Ketiganya, yakni Irman Gusman, Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, dan istrinya, Memi‎. Irman diduga menerima suap Rp100 juta dari Xaveriandy dan Memi sebagai hadiah atas rekomendasi penambahan kuota distribusi gula impor untuk CV Semesta Berjaya.

Irman selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Xaveriandy dan Memi sudah divonis tiga tahun penjara dan dua tahun enam bulan. Pasangan suami istri (Pasutri) ini dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan memberikan duit pada eks Ketua DPD RI Irman Gusman.

Penetapan tersangka ketiga orang ini merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas KPK di rumah dinas Ketua DPD RI di kawasan Widya Candra, Jakarta, 16 September 2016. Dalam OTT itu, Irman, Xaveriandy, dan Memi diamankan Tim Satgas bersama dengan barang bukti uang Rp100 juta yang diduga suap.

OTT itu merupakan hasil pengembangan penyelidikan KPK terkait kasus dugaan suap terhadap jaksa Kejaksaan Negeri Padang, Farizal yang dilakukan oleh Xaveriandy dalam perkara distribusi gula impor tanpa sertifikat SNI di Pengadilan Negeri Padang, Sumatera Barat. Dari pengembangan penyelidikan kasus itu, tim penyelidik KPK mendapat informasi yang berhubungan dengan Irman Gusman.


(MBM)

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

2 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan karangan bunga warna-warni memenuhi halaman Balai Kota DKI Ja…

BERITA LAINNYA