Hak Angket Diduga terkait Kesaksian Novel

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:39 WIB
korupsi e-ktphak angket dpr
Hak Angket Diduga terkait Kesaksian Novel
Gedung baru KPK. Foto: ANT/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga rencana pengajuan hak angket oleh Komisi III DPR berkaitan dengan kesaksian penyidik KPK Novel Baswedan dalam sidang kasus KTP elektronik. KPK pun mengkritik langkah para wakil rakyat.

"Sebaiknya proses hukum itulah yang diikuti, bukan ditarik pada proses politik atau proses yang lain," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 21 April 2017.

Febri menegaskan, kesaksian Novel saat dikonfrontir dengan politikus Partai Hanura Miryam S. Haryani murni kesaksian hukum. KPK pun mendapat masukan dari sejumlah pihak soal adanya risiko konflik kepentingan dalam pengajuan hak angket itu. 

Baca: Hak Angket Bentuk Intervensi DPR ke KPK

"Nama-nama yang disebut (Novel dalam sidang) adalah mereka yang menjadi unsur dari Komisi III DPR," jelasnya.

Dalam kesaksiannya, Novel menjelaskan Miryam mendapatkan tekanan dan ancaman dari sejumlah anggota Komisi III DPR RI. Miryam diminta tutup mulut soal pembagian uang dalam proyek KTP-el. 

Baca: DPR Usik Anggaran KPK

Beberapa nama yang disebut Novel adalah politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo dan Aziz Syamsuddin, politikus Partai Hanura Syarifuddin Sudding dan Desmond J. Mahesa dari Partai Gerindra. Di beberapa kesempatan, mereka membantah kesaksian Novel.


(OGI)