Aparat Cari Bukti Tudingan Kubu Djan soal Penyerangan

Deny Irwanto    •    Senin, 17 Jul 2017 13:55 WIB
penyerangan
Aparat Cari Bukti Tudingan Kubu Djan soal Penyerangan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus penyerangan Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu dini hari 16 Juli, masih diselidiki. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi masih mencari data untuk mendapat titik terang.

"Kita tidak bisa asal tuduh orang. Kita kan perlu mencari alat bukti-alat bukti yang lain," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin 17 Juli 2017.

Argo menjelaskan, pihaknya tidak bisa begitu saja memercayai tudingan kubu Djan Faridz yang menyebut sejumlah penyerang merupakan orang suruhan Ketua Umum PPP kubu Romahurmuziy (Romi). Polisi, terang Argo, harus memintai keterangan pelapor, saksi, dan pihak lain yang diduga terlibat.

"Nanti kita selidiki. Nanti kita lidik. Ada tindak pidana atau tidak," jelas Argo.

PPP kubu Djan Faridz resmi melaporkan perbuatan sekelompok orang yang melempari kantor DPP PPP ke Mapolres Metro Jakarta Pusat. Laporan dibuat atas nama Triana Dewi Seroja, Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM PPP, dengan nomor laporan polisi 1027/K/VII/2017/Restro Jakpus, Minggu 16 Juli 2017.

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan, Humphrey Djemat, meyakini penyerang ialah anggota organisasi sayap kubu Romi. Humphrey mengklaim memiliki bukti berupa pengakuan penyerang dan rekaman CCTV.

Sementara itu, Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani, tak membantah tudingan itu. Arsul menyebut, banyak kader memang jengkel terhadap Djan Cs yang tetap menduduki Kantor DPP PPP, meski tak memiliki legalitas.

Beberapa organisasi sayap, terang Arsul, ingin menggunakan gedung kantor sebagai tempat berbagai kegiatan. Sayangnya, mereka tak bisa beraktivitas karena kantor masih diduduki.

Pada akhirnya, kader mengambil jalan sendiri dengan mendatangi kantor. Sayangnya, kantor dijaga beberapa orang yang ditengarai preman. Kericuhan tak bisa terelakkan. Kaca kantor pecah akibat lemparan batu.

Arsul mengaku pihaknya siap menjelaskan apabila dimintai keterangan oleh aparat hukum. "Tentu nanti kalau polisi memanggil akan kami jelaskan. Kami pun akan lapor balik karena mereka adalah penghuni liar di Kantor PPP," tegas Arsul kepada Metrotvnews.com, kemarin.

Dualisme PPP telah terjadi beberapa tahun belakangan. Kubu Romi menegaskan mereka pemilik struktur sah karena memegang SK Menkumham. Kubu Djan yang hanya berpegang pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 60/2015 dianggap tak memiliki kekuatan hukum karena putusan tersebut telah dibatalkan melalui Putusan PK Nomor 79/2017, Juni lalu.


(OJE)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

11 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA