Suap Hakim PN Semarang Memperburuk Marwah Peradilan

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 07 Dec 2018 05:30 WIB
Kasus suap hakim
Suap Hakim PN Semarang Memperburuk Marwah Peradilan
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan praktik suap yang melibatkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang Lasito dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Keterlibatan penegak hukum dalam kasus rasuah semakin meruntuhkan marwah peradilan di tanah air.

"Ini kami pandang dapat semakin meruntuhkan wibawa institusi peradilan di Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Penetapan status tersangka Lasito menambah daftar hakim korup di Indonesia. Tercatat, total hakim yang terjerumus tindak pidana korupsi di KPK sebanyak 21 orang.

"KPK sangat menyesalkan terjadinya kembali penerimaan suap oleh penegak hukum," kata Basaria.

Basaria menilai keterlibatan hakim dan kepala daerah dalam kasus suap ini jelas bakal memperburuk citra peradilan di Indonesia, termasuk hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepala daerah. Mahkamah Agung (MA) diharapkan tidak berhenti melakukan upaya pencegahan di lingkungan peradilan.

Lembaga Antirasuah sendiri telah mempersiapkan sejumlah rekomendasi untuk MA terkait manajemen penanganan perkara. Rekomendasi itu lahir dari proses kajian dan koordinasi dengan pihak Badan Pengawas MA sebelumnya.

"Di antaranya pola penunjukan majelis hakim, komunikasi dengan pihak eksternal, sistem informasi pengadilan, pola pengawasan di pengadilan, beban kerja panitera dan hakim," pungkas Basaria.

Baca: Kode Suap Bupati Jepara dari 'Disertasi' Hingga 'Halaman'

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan putusan praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik.

Dalam kasus ini, Marzuqi diduga telah menyuap Lasito sebanyak Rp700 juta. Tujuannya, agar status tersangka Marzuqi dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014, dibatalkan Lasito melalui gugatan praperadilan di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

Atas perbuatannya, Marzuqi selaku pemberi suap dijerat Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Lasito selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(DMR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA