Keponakan Novanto Dihukum 10 Tahun Penjara

Damar Iradat    •    Rabu, 05 Dec 2018 23:31 WIB
korupsi e-ktp
Keponakan Novanto Dihukum 10 Tahun Penjara
Terdakwa kasus korupsi E-KTP Irvanto Hendra Pambudi (kemeja putih) dan Made Oka Masagung (kacamata memakai batik) divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi dan pemilik Delta Energy Made Oka Masagung divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Menurut Ketua Majelis Hakim Tipikor Jakarta Yanto, Irvanto dan Made Oka terbukti memperkaya mantan Ketua DPR RI Setya Novanto sebesar USD7,3 juta. Uang tersebut merupakan jatah untuk Novanto dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

"Menyatakan terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Hakim Yanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.

Irvanto dan Made Oka terbukti menjadi perantara suap untuk Novanto dalam pengadaan proyek KTP-el. Mereka dinilai telah memperkaya Novanto sebesar USD7,3 juta.

Mereka berdua juga menggunakan modus melalui money changer agar transfer dengan jumlah besar dari luar negeri itu tidak terendus penegak hukum di Indonesia.

Baca juga: Keponakan Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Irvanto diduga menerima uang dari Direktur Biomorf Mauritius, Johannes Marliem sebesar USD3,5 juta. Uang itu ditransfer secara bertahap ke sejumlah rekening di luar negeri milik orang lain.

Sementara itu, Made Oka diduga menerima uang sebesar USD1,8 juta dari Johannes Marliem. Ia juga menerima uang untuk Novanto dari Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo sejumlah USD2 juta lewat modus penjualan saham.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai perbuatan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi sehingga perbuatan keduanya berdampak secara masif terhadap data kependudukan nasional.

Selain itu, perbuatan Irvanto dan Made Oka juga telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun. Serta, Irvanto dan Made Oka dinilai telah memberikan keterangan yang berbelit-belit, baik dalam persidangan maupun saat penyidikan.

"Pertimbangan yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan bersikap sopan selama persidangan," kata jaksa.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Irvanto dan Made Oka dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Irvanto dan Made Oka terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(HUS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA