Densus Tipikor Memudahkan Kerja KPK

Damar Iradat    •    Jumat, 13 Oct 2017 16:21 WIB
densus tipikor
Densus Tipikor Memudahkan Kerja KPK
Wakil Komisioner KPK Laode M Syarif. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik rencana pembentukan Densus Tipikor oleh Polri. Keberadaan Densus diharapkan dapat membuat upaya pemberantasan korupsi lebih masif.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengatakan pihaknya mendukung pembentukan Densus Tipikor. Menurutnya, Densus Tipikor bisa membantu KPK dalam menangani kasus korupsi.

"KPK mendukung soal Densus Tipikor itu dan mudah-mudahan dengan makin banyak yang menangani, korupsi di Indonesia akan tertangani dengan baik," kata Syarief, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Oktober 2017.

Ia menambahkan, kehadiran Densus Tipikor nantinya juga malah memudahkan KPK dalam bekerja. Dengan adanya Densus Tipikor, Laode menyebut KPK bisa fokus menangani kasus-kasus besar.

Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang KPK mensyaratkan KPK menangani perkara korupsi yang merugikan negara di atas Rp1 miliar. Oleh karena itu, beberapa perkara yang tak masuk syarat bakal diserahkan ke Densus Tipikor.

"Jadi, kalau yang kecil-kecil itu walaupun kita banyak infonya, biasanya kami serahkan ke Polri. Mudah-mudahan Densus bisa menangani yang kecil-kecil itu dengan baik," kata dia.

Baca: Densus Buru Koruptor hingga ke Desa

Kepolisian berencana membentuk Densus Tipikor. Dalam rapat kerja dengan Komisi III pada Kami 12 Oktober 2017, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengaku sudah mengkalkulasi anggaran untuk Densus Tipikor. Pembentukan Densus Tipikor membutuhkan anggaran Rp2,6 triliun.

Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk belanja pegawai Rp786 miliar dan belanja operasional Rp359 miliar. Anggaran paling besar untuk belanja modal Rp1,55 triliun.




(UWA)