Misteri Buku Hitam Novanto

Faisal Abdalla    •    Jumat, 09 Feb 2018 08:23 WIB
korupsi e-ktp
Misteri Buku Hitam Novanto
Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto seusai mengikuti sidang di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2). Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Terdakwa kasus KTP-el, Setya Novanto masih bungkam soal buku catatan berawarna hitam yang selalu ia bawa-bawa dalam persidangan. Buku catatan itu menimbulkan polemik lantaran beredar kabar tertulis nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di dalamnya.  

Pada sidang lanjutan kasus KTP-el, Kamis, 8 Februari 2018, Novanto tak lagi membawa buku hitam tersebut. 

"Nggak ada ini, bocor terus ini. Haduh," ujar Novanto ketika dikonfirmasi soal buku hitamnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis 8 Februari 2018. 

Ketika ditanya soal adanya nama Ibas dalam buku tersebut, Novanto tak menjawab secara gamblang. Ia juga meminta awak media untuk mengonfirmasi kepada mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin ketika ditanya soal dugaan keterlibatan Ibas dalam proyek tersebut. 

"Kamu kali yang ngomong (ada nama Ibas). Tanya Pak Nazaruddin dong," ujar Novanto.

Pun saat ditanya apakah nama-nama dalam buku tersebut merupakan target Novanto agar bisa menjadi Justice Collaborator (JC), Novanto hanya menjawab normatif. 

Baca: SBY Merasa Difitnah Pengacara Novanto

"Soal JC itu kewenangan penyidik dan pimpinan saya enggak ikut campur," tukas Novanto. 

Senada, kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail juga enggan mengomentari isu yang menyebut ada nama Ibas dalam buku catatan kliennya. Iya juga melempar pertanyaan itu kepada M. Nazaruddin. 

"Ibas kan tak jadi apa (di proyek KTP-el). Dia enggak pernah jadi saksi kok. Kalau Nazarudin kan saksi KPK. Tanya teman-teman KPK aja mau hadirkan Nazaruddin (ke persidangan) atau tidak," tukas Maqdir. 

Sebelumnya sempat beredar kabar ada nama M Nazaruddin dan Ibas dalam buku catatan hitam Novanto. Buku itu selalu dibawa-bawa oleh Novanto tiap kali menghadiri persidangan kasus KTP-el. 




(DMR)