Politikus Golkar Minta Publik Pahami Arti Kunjungan Novanto

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 15 Nov 2017 09:29 WIB
setya novanto
Politikus Golkar Minta Publik Pahami Arti Kunjungan Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto memakai helm saat meresmikan topping off gedung baru Partai Golkar di DPP Partai Golkar di Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.

Jakarta: Politikus Golkar Firman Subagyo menyesalkan polemik menyusul langkah Ketua DPR Setya Novanto yang memilih berkunjung ke daerah ketimbang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, kata dia, Novanto memiliki kewajiban untuk berkunjungan ke daerah pemilihannya (dapil) di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat masa reses.

"Saya menyampaikan kekecewaan karena tenyata banyak media dan masyarakat tertentu yang tidak memahami tentang pentingnya kunjungan ke dapil bagi semua anggota DPR RI dan tidak terkecuali pimpinan DPR RI," kata Firman dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 15 November 2017.

Anggota Komisi IV DPR ini menjelaskan, kunjungan ke dapil adalah kewajiban bagi anggota DPR. Hal ini adalah amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 dan Tata Tertib DPR.

"Oleh karena itu tidak boleh pihak manapun yang mengecam ketidakhadiran Novanto untuk memenuhi panggilan KPK tersebut karena dituduh lebih mementingkan kunjungan dapil," ucap dia.

Firman menuturkan, kewajiban kunjungan ke dapil sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Masyarakat di dapil membutuhkan kehadiran Novanto karena persoalan yang mereka hadapi dinilai serius dan harus segera mendapatkan perhatian negara.

"Sebagai ketua DPR dan sebagai pejabat negara tentunya Novanto sudah mempertimbang dari berbagai aspek, baik aspek hukum, dan aspek lainnya sehingga mana yang lebih penting dan diutamakan," ucap dia. 

Dia mengaku diajak Novanto untuk ikut mendampingi dalam kunjungan ke NTT. Kendati, dapil Firman adalah di Jawa Tengah III. 

Baca: Novanto Diminta Jalani Proses Hukum

Hal itu karena Firman adalah anggota Komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan. Sementara itu, NTT sejauh ini dinilai sebagai wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan serta pengembangan garam nasional.

"Untuk itu tidak perlu ada pihak-pihak yang mempersoalkan dan mempertentangkan antara pemenuhan panggilan KPK dan kunjungan kerja ke dapil bagi Novanto," pungkas dia.




(OGI)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

44 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA