Pengacara Irman Ajukan Permohonan Penghentian Penyidikan

Arga sumantri    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:05 WIB
irman gusman ditangkap
Pengacara Irman Ajukan Permohonan Penghentian Penyidikan
Mantan Ketua DPD Irman Gusman ketika keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/10/2016) -- MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim kuasa hukum Irman Gusman meminta KPK menyetop sementara pemeriksaan terhadap kliennya. Paling tidak sampai proses praperadilan Irman selesai.

"Yang mulia, kalau bisa dibuat ketetapan agar dihentikan sementara penyidikan terhadap pak Irman," kata Maqdir Ismail, pengacar Irman, di ruang sidang Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).

Hakim tunggal praperadilan, I Wayan Karya, mangatakan bakal mempertimbangan dan mencatat permohonan tersebut.

(Baca: Sidang Perdana Praperadilan Irman Gusman Digelar Hari Ini)

Praperadilan Irman terpaksa ditunda lantaran KPK berhalangan hadir. KPK juga meminta penundaan waktu sidang hingga dua pekan. Namun, pihak Irman merasa keberatan.

I Wayan Karya mengamini. Wayan Karya memutuskan sidang ditunda hingga Selasa, 25 Oktober.

(Baca: KPK Berhalangan, Sidang Praperadilan Irman Gusman Ditunda)

Irman ditangkap KPK pada 17 September. Dia disangka menerima Rp100 juta dari bos CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi. Pemberian itu diduga berkaitan dengan kuota gula impor.

Awalnya, penyidik KPK menyelidiki dugaan Sutanto memberikan uang kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit diduga terkait kasus penjualan gula tanpa label SNI oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI yang tengah bergulir di PN Padang.

Dalam proses pengadilan, Sutanto, yang merupakan mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya, diduga membayar Farizal agar membantunya di persidangan. Farizal kemudian bertindak seolah-olah sebagai penasihat hukum Sutanto.

Di tengah penyelidikan perkara tersebut, KPK mengetahui ada pemberian duit kepada Irman. Tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat segepok uang terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Perum Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016.

Irman diketahui sempat berkomunikasi dengan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah gula impor.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Irman Gusman mengajukan permohonan praperadilan di PN Jakarta Selatan pada 29 September. Praperadilan mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu teregistrasi dengan nomor perkara 129/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel.

 


(NIN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA