Usai Diperiksa KPK, PNS Kepercayaan Sekda Kebumen Bungkam

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 16 Oct 2016 17:58 WIB
ott kpk
Usai Diperiksa KPK, PNS Kepercayaan Sekda Kebumen Bungkam
PNS Kepercayaan Sekda Kebumen Sigit Widodo usai diperiksa KPK, Minggu 16 Oktober/MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, tak banyak keterangan yang diberikan PNS kepercayaan Sekretaris Daerah Kabupaten Kabumen Adi Pandoyo.

Sigit melangkahkan kaki dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pukul 16.52 WIB, Minggu (16/10/2016). Pria yang menjabat sebagai kepala bidang pemasaran Disbudpar sudah mengenakan 'seragam' barunya, rompi berwarna oranye dengan tulisan "Tahanan KPK".

Dia hanya diam ketika dicecar soal kasus suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen yang melilitnya. Mulutnya terkunci rapat ketika ditanya soal keterlibatan Sekda Adi Pandoyo dan Bupati H.M. Yahya Fuad. Dia memilih terrus berjalan ke mobil yang akan membawanya ke rumah tahanan.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif menerangkan Sigit memang merupakan sosok yang biasa menangani proyek-proyek di Kabupaten Kebumen. Kendati, proyek itu tidak berada di Disbudpar tempat dia bernaung seperti di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.

"Dia urus pariwisata tapi dia kepercayaaan dari Sekda Kebumen, dia dipakai untuk urus hal-hal proyek Kebumen. Ini biasa terjadi," kata Syarif.

Menurut Syarif, pola semacam ini bukan fenomena yang terjadi pada kasus di Kebumen saja. KPK, kata dia, akan banyak koordinasi di bidang pencagahan buat memperbaki pengadaan barang jasaja melalui perizinan satu atap.

"KPK dorong agar APIP (aparat pengawasan intern pemerintah) kepada inspektorat jenderal yang ada di kabupaten serta kementerian dan lembaga melaksanakan fungsi dengan baik," jelas Syarif.

Diketahui, KPK menangkap Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Yudhy Tri H. di rumah seorang pengusaha di Kebumen, Sabtu, 15 Oktober kemarin. Dari tangannya, penyidik menyita Rp70 juta.

KPK kemudian menangkap Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo dari kantornya. Penyidik KPK lalu menyebar ke lokasi lain di Kebumen.

Empat orang kemudian diamankan penyidik. Mereka adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Hartono, serta Salim, pegawai PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group.

Yudhy, Sigit, Adi, Dian, Hartono, dan Salim kemudian dibawa ke Gedung KPK di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Yudhy dan Sigit sebagai tersangka sedangkan empat orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Keduanya diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan 2016, Dinas Pendidikan mendapatkan alokasi dana Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga, serta teknologi informasi dan komputer.

Namun kemudian, ada kesepakatan antara tersangka dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar dana di Dinas Pendidikan bila proyek teralisasi. Namun akhirnya, pengusaha sepakat memberikan Rp750 juta kepada tersangka.

Yudhy dan Sigit pun kena jerat hukum. Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK kini juga memburu Direktur Utama PT OSMA Group Hartoyo. Dia diduga memerintahkan Salim, bawahannya yang menjalankan anak usaha OSMA Group di Kebumen, buat menyuap pihak terkait proyek di Dinas Pendidikan.

"Harap beliau secepatnya melaporkan diri ke KPK, datang ke KPK. Sekarang beliau dicari kerjasama dengan Polri, lebih baik beliau serahkan diri ke KPK atau ke kantor polisi terdekat," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif.


(OJE)