Novel Baswedan 3 Kali Menolak Tawaran Pemeriksaan Polisi

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 16 Jun 2017 10:46 WIB
novel baswedan
Novel Baswedan 3 Kali Menolak Tawaran Pemeriksaan Polisi
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi mengaku sudah tiga kali mencoba meminta keterangan Novel Baswedan terkait penyiraman air keras. Namun, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu selalu menolak.

"Tiga kali kita meminta kesediaannya untuk diperiksa, tapi selalu ditolak dengan alasan medis," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Padahal, di sela-sela permintaan pemeriksaan itu, Novel bersedia diwawancarai wartawan majalah Time. Di dalam wawancara itu, Novel menyebut ada campur tangan perwira tinggi Polri di balik insiden penyiraman.

"Kami berharap Novel juga mau memberi keterangan ke kami," kata Martinus, saat dimintai tanggapan soal wawancara itu.

Menurut dia, keterangan Novel sangat dibutuhkan penyidik untuk melengkapi alat bukti. Terutama untuk memburu pelaku penyiraman. "Dengan begitu, informasi yang diberikan Novel bisa dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dan ada nilai pembuktian."

Meskipun begitu, kata Martinus, polisi berupaya mencari segala informasi untuk diprosed dan diuji oleh penyidik. "Karena alat bukti itu ada 5, satu di antaranya adalah keterangan saksi," ujarnya.

Baca: Kasus Novel Menemui Titik Terang

Novel disiram cairan yang diduga air keras di dekat Masjid Jami Al Ihsan, dekat rumahnya, 11 April. Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan salat Subuh berjemaah di masjid tersebut sekitar pukul 05.10 WIB.

Akibat penyerangan ini, penglihatan Novel terganggu dan harus menjalani perawatan di Singapura. Novel merupakan kepala Satuan Tugas di KPK yang menangani beberapa perkara besar, satu di antaranya adalah kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.




(UWA)

Pakar Nilai Sidang KTP-el Setya Novanto Sudah Seharusnya Dilanjutkan

Pakar Nilai Sidang KTP-el Setya Novanto Sudah Seharusnya Dilanjutkan

16 minutes Ago

Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menilai proses praperadilan Setya Novanto seharusnya gugur…

BERITA LAINNYA