Eni Kembali Cicil Uang Suap PLTU Riau-I

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:25 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Eni Kembali Cicil Uang Suap PLTU Riau-I
Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (EMS) mengaku mencicil pengembalian uang suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-I ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang diserahkan Eni pada Senin, 8 Oktober 2018.

"Sudah kembalikan (uang) pada hari Senin," kata Eni di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Sayangnya, Eni tak menyebut total uang yang diserahkan kepada Lembaga Antirasuah. "Nanti KPK saja yang jelaskan," ujar dia.

Eni hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM). Detail hal apa yang akan dikorek penyidik dari Eni belum diketahui.

Namun, kuat dugaan pemeriksaan Eni untuk mempertajam bukti atau informasi keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir. Ini mengingat Eni sudah berulang kali mengungkap peran Sofyan Basir dalam pembahasan proyek bernilai USD900 juta tersebut.

Dalam dakwaan terhadap bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, peran Sofyan dibeberkan jaksa penuntut secara runut. Sejumlah pertemuan Sofyan dengan Kotjo termasuk Eni dan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, dikupas lebih detail.

Dakwaan mengungkapkan jika Sofyan menawarkan proyek PLTU Riau-I kepada Novanto. Tawaran itu diberikan setelah Novanto meminta jatah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 3 yang tak bisa dipenuhi karena sudah ada kandidat konsorsium penggarap.

Baca: KPK Cermati Dugaan Keterlibatan Sofyan Basir

Kotjo selaku kolega dekat memang meminta Novanto untuk dikenalkan dengan PLN. Atas permintaan itu, Novanto lantas memerintahkan Eni agar mempertemukan Kotjo dengan Sofyan.

KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Kotjo, Eni, serta Idrus Marham.

Eni bersama Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.

Penyerahan uang kepada Eni dilakukan bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.




(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA