Pengusaha Mengaku Beri Eni Rp400 Juta untuk Bangun MCK

Damar Iradat    •    Selasa, 08 Jan 2019 18:22 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Pengusaha Mengaku Beri Eni Rp400 Juta untuk Bangun MCK
Suap. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.

Jakarta: Direktur PT One Connect Indonesia Herwin Tanuwidjaja mengaku pernah memberikan SGD40.000 (senilai Rp400 juta) kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Uang itu, kata dia, untuk membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di di Jawa Timur (Jatim) sebagai dana corporate social responsibility (CSR).
 
Herwin mengaku Eni pernah menyampaikan jika dirinya pernah berkunjung ke salah satu wilayah pedalaman Jatim. Daerah itu disebut membutuhkan banyak pembangunan MCK.
 
"Saya pernah menyerahkan SGD40.000 ke Eni melalui Indra Purmandani, untuk keperluan pembuatan MCK di pedalaman Jatim," kata Herwin saat bersaksi untuk Eni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Menurut dia, fulus itu diserahkan di Hotel Fairmont, Jakarta. Saat itu, ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk menukarkan uang Rp400 juta ke SGD40.000.
 
Setelahnya, anak buah Herwin menyerahkan uang berbentuk dolar Singapura itu ke anak buah Eni, Indra Purmandani. Setelah uang itu diserahkan, anak buah Herwin melaporkan jika uang tersebut sudah diterima.
 
Dia mengaku pemberian uang itu bukan yang pertama kali. Namun, Herwin memastikan jika pemberian uang itu tidak berkaitan dengan jabatan Eni selaku wakil ketua Komisi VII DPR RI.
 
"Pernah sebelumnya (kasih uang ke Eni)," jelasnya.
 
Baca: Politikus Golkar Kembalikan Rp713 Juta ke KPK

Eni sebelumnya didakwa menerima uang Rp4,75 miliar dari Bos BlackGold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang suap itu diduga diberikan agar Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-I).
 
Tidak hanya itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang dari beberapa pengusaha minyak bumi dan gas sejumlah Rp5,6 miliar dan SGD40.000. Dalam surat dakwaan, jaksa meyakini, uang-uang gratifikasi tersebut digunakan untuk kampanye suaminya, Al Hadziq, sebagai calon bupati di Pilkada Temanggung.
 
Eni didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.
(OGI)