Ombudsman Sebut Novel Baswedan Tidak Kooperatif Kepada Polisi

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 14 Feb 2018 05:22 WIB
novel baswedan
Ombudsman Sebut Novel Baswedan Tidak Kooperatif Kepada Polisi
Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala saat menyambangi Polda Metro Jaya pada Kamis 25 Januari 2018. Foto Medcom.id/ Deny Irwanto.

Jakarta: Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala, menyebutkan jika penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak kooperatif terkait kasus penyiraman air keras terhadapnya. Itu dilihat dari Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) ketika Novel tengah diperiksa oleh polisi.

"Dari pengakuan polisi, kelihatannya Pak Novel irit bicara. Kalau ditanya berbagai hal selalu bilangnya nanti diserahkan ke TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta). Jadi kesan saya bahwa (Novel) tidak kooperatif," kata Adrianus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa 13 Februari 2018.

Terkait dirinya menyebutkan Novel Baswedan tidak kooperatif dengan penyidik, kata Adrianus, terlihat dari jumlah lembaran BAP yang didapatkan Ombudsman dari penyidik. Ia menilai BAP tersebut sangat tipis dan tak masuk akal untuk dijadikan BAP.

"Dua minggu lalu kami diberikan BAP. Tapi itu tipis sekali hanya dua sampai tiga lembar. Mana ada BAP segitu. Apalagi kan dia korban. Namanya korban kan ingin curhat agar kasusnya cepat selesai," ungkap Adrianus.

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia ini pun menyesalkan jalan yang dipilih Novel atas sikapnya yang irit bicara. Sebabnya, kata dia, pihak kepolisian sudah menunjukan keseriusannya dalam menangani kasus ini.

Polisi telah menerjunkan 160 penyidik untuk menyelesaikan kasus tersebut. Pun, kata Adrianus, pihak kepolisian merasa bahwa Novel masih belum percaya dengan kinerja dari Kepolisian.

"Aneh jadinya kalau Novel tidak percaya (polisi). Tadi Pak Kapolda guyon ke saya, dia bilang telah mengerahkan 160 penyidik sejak kasus ini, siang dan malam mereka dilepaskan jabatannya untuk beralih ke kasus Novel. Andai itu bila dihitung uang, aduh sudah berapa itu katanya, demi kasus Novel. Dia malah irit bicara dan menyerahkannya ke tim TGPF," jelas Adrianus.


(DEN)