Ketum PBNU: Korupsi Bencana Laten

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 09 Oct 2017 18:01 WIB
korupsi e-ktp
Ketum PBNU: Korupsi Bencana Laten
Ketum PBNU Ma'ruf Amin (dua dari kiri)/MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin menyebut korupsi sebagai ancaman besar. Hal itu terlihat dari sulitnya aparat mengungkap sejumlah kasus korupsi.

"Korupsi bencana laten, karena sudah dilakukan berjemaah," kata Ma'ruf dalam taushiyah kebangsaan 'Fikih Tawassuth dan Tasamuh dalam Membangun Perdamaian dan Indonesia Bebas Korupsi' di Gedung PBNU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Senin 9 Oktober 2017.

Ma'ruf mencontohkan kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebagai bencana korupsi laten tersebut. Sebab, kasus itu dilakukan secara bersama-sama, tapi tak mudah bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat para pelaku.

KPK sempat kecolongan dalam penetapan tersangka di kasus KTP-el. Hal itu terjadi setelah Hakim Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto.

"KTP-el itu berjemaah tapi tidak gampang menangkapnya ternyata. Yang tertangkap itu yang apes saja," kata dia.

Menurut dia, kasus korupsi yang berhasil terungkap selama ini hanya yang kecil-kecil. Ia menjelaskan, memberikan edukasi kepada masyarakat secara dini untuk tidak mengambil uang yang bukan haknya bisa menjadi salah satu cara mencegah  korupsi.

"Korupsi itu kan mengambil harta yang tidak sah. Jangankan korupsi, kita mengambil uang tanpa ada imbalan itu tidak boleh. Nipu lah istilahnya itu," ucap dia.


(OJE)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

2 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA