Kasus Meikarta

Revisi Perda Tata Ruang Bekasi Diduga Pesanan

Sunnaholomi Halakrispen    •    Senin, 03 Dec 2018 15:23 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
Revisi Perda Tata Ruang Bekasi Diduga Pesanan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali aliran dana suap terkait perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pasalnya pengubahan aturan Tata Ruang Bekasi ditengarai sebagai pesanan pihak-pihak tertentu.

"Apakah ada atau tidak aliran dana untuk revisi Perda (Peraturan Daerah) tentang Tata Ruang tersebut, tentu juga menjadi perhatian KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 3 Desember 2018.

Permintaan pihak tertentu tersebut, kata Febri, mempermudah perizinan proyek Meikarta. Namun, hingga kini lembaga antirasuah masih menutup rapat informasi siapa pihak-pihak yang dimaksud.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin serta delapan orang lainnya sebagai tersangka. KPK terus mendalami skandal suap yang disebut melibatkan Lippo Group ini.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya sejumlah pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.
 
Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Bupati Neneng. Pertemuan dilakukan dengan alasan silaturahmi persalinan.

Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di area Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara, PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA