KPK akan Dalami Percakapan Dirut Bulog dan Irman Gusman

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 23 Sep 2016 17:28 WIB
irman gusman ditangkap
KPK akan Dalami Percakapan Dirut Bulog dan Irman Gusman
KPK. MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi membuka peluang memanggil Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti. KPK ingin mendalami sadapan pembicaraan Djarot dengan Ketua DPD nonaktif Irman Gusman.

"Bagian percakapan yang didapat oleh KPK akan diperiksa," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).

Menurut dia, keterangan bos Bulog itu dibutuhkan buat membongkar sengkarut kasus suap terkait distribusi gula impor ini. Namun,dia tidak bisa menjanjikan kapan Djarot bakal dipanggil penyidik.

"Belum ada perkembangan. Soalnya lagi penyelidik, penyidik, dan penuntut kami ada internal training yang ada di Bogor dan di Bandung jadi mereka belum selesai," jelas dia.

Baca: Bulog Bantah Dugaan Suap Irman Gusman Berhubungan dengan Impor Gula

Sabtu, 17 September, Irman Gusman dicokok KPK. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.

Kasus ini bermula dari KPK tengah menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.


Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Djarot Kusumayakti. Foto: MI/Ramdani.

Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.

Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar.



Sebelumnya, Irman diketahui menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat tambahan jatah gula impor.

Terkait pemberian duit buat jaksa, KPK sudah menetapkan Farizal dan Xaveriandy sebagai tersangka. Farizal disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Xaveriandy sebagai pemberi suap kena pasal berbeda. Dia disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Ketua DPD Irman Gusman dengan mengenakan rompi tahanan KPK memasuki mobil seusai diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap kuota impor gula, Jakarta, Sabtu (17/9). Foto: Yudhi Mahatma/Antara.

Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan istri Xaveriandy, Memi sebagai tersangka. Irman sebagai tersangka penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara itu, Xaveriandy dan Memi jadi tersangka pemberi suap. Keduanya disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(AZF)

Ahok tak Ambil Pusing soal Pergantian Nusron di Tim Pemenangan
Pilkada Serentak 2017

Ahok tak Ambil Pusing soal Pergantian Nusron di Tim Pemenangan

18 minutes Ago

Rencananya koalisi empat partai pengusungan Ahok akan rapat pergantian pemimpin tim pemenangan …

BERITA LAINNYA
Video /