Jaksa Fahrizal Digiring ke KPK dengan Pengawalan Ketat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 21 Sep 2016 13:22 WIB
irman gusman ditangkap
Jaksa Fahrizal Digiring ke KPK dengan Pengawalan Ketat
Gedung KPK (Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Fahrizal digirng ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pengawalan ketat. Fahrizal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap sebesar Rp365 juta terkait perkara distribusi gula impor tanpa label Standard Nasional Indonesia (SNI).
 
Fahrizal tiba di gedung KPK sekitar pukul 11.48 WIB. Tak ada komentar apa pun yang keluar dari mulut Fahrizal.
 
Kepala Biro Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang yang dilakukan KPK. Sebekumnya Fahrizal tidak hadir dalam panggilan pertama, Senin 20 September.
 
Untuk menghadirkan tersangka, kata Priharsa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Jamwas dari Kejaksaan Agung. Sebab, kata Priharsa, dari informasi yang diterima, Fahrizal juga sedang diperiksa terkait dugaan pelanggaran kode etik.
 
"Hasil dari koordinasi itu, Kejaksaan Agung mengantarkan yang bersangkutan hari ini untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Priharsa di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).
 
Terkait kemungkinan penahanan terhadap Fahrizal, Priharsa mengaku belum mengetahuinya. Sebab, keputusan penahanan ada di tangan penyidik. "Belum tahu akan ditahan atau tidak," ucap dia.
 
Inspektur Muda dari Kejaksaan Agung Wito mengatakan, koordinasi yang dilakukan KPK dengan Kejaksaan Agung menghasilkan solusi terbaik, yakni menyerahkan Fahrizal ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi.
 
"Selanjutnya perkembangannya tergantung KPK," kata Wito.
 
Wito mengungkapkan, Kejaksaan Agung belum memberikan pendampingan karena Fahrizal masih diperiksa sebagai saksi. "Karena sifatnya masih saksi jadi belum (diberikan pendampingan)," ujar Wito.


 
Namun, ada yang bertolak belakang antara pernyataan KPK dan Kejaksaan Agung. Yakni mengenai status Fahrizal dalam pemeriksaan ini. Wito menyebut, Fahrizal diperiksa sebagai saksi, sedangkan KPK menyatakan Fahrizal diperiksa sebagai tersangka.
 
Saat dikonfirmasi soal perbedaan itu, Wito bersikukuh Fahrizal diperiksa sebagai saksi. "Enggak (tersangka), baru diperiksa sebagai saksi dulu. Saksi dari para tersangka," kata Wito.
 
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua DPD Irman Gusman, Sabtu, 17 September. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.
 
Kasus ini bermula saat KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Fahrizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.
 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Fahrizal buat membantunya dalam persidangan. Fahrizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)

Jakarta Butuh Pemimpin yang Tegas dan Humanis

Jakarta Butuh Pemimpin yang Tegas dan Humanis

40 minutes Ago

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan masyarakat Jakarta membutuhkan pemimpin …

BERITA LAINNYA
Video /