Kejagung akan Terus Desak Hary Tanoe Bersuara

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 14 Jul 2017 14:08 WIB
korupsi mobile8 telecomhary tanoesoedibjo
Kejagung akan Terus Desak Hary Tanoe Bersuara
Jaksa Agung M. Prasetyo. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung terus memburu keterangan bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Keterangan Hary masih dibutuhkan untuk melengkapi berkas kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8.

"Ya, kita tunggu lagi. Yang pasti akan dievaluasi terus. Sudah cukup apa belum. Kalau belum cukup, ya diperiksa lagi, dimintai keterangan lagi," kata Jaksa Agung M. Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 14 Juli 2017.

Kasus korupsi Mobile 8 ini sebenarnya sudah dihentikan. Pada 30 Desember 2016 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyetop pengusutan kasus ini melalui mekanisme praperadilan yang diajukan Hary Tanoe.

Awal Juli 2017, Kejagung kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Hary Tanoe dan Anthony. Pada 6 Juli 2017, Hary Tanoe dipanggil Kejagung untuk diperiksa sebagai saksi. Hary diperiksa 8 jam.

Kejagung menilai perkara PT Mobile 8 Telecom bukan kasus pajak semata, namun ada unsur tindak pidana korupsi. Prasetyo mengatakan saat ini Kejagung tengah mengumpulkan segala bukti, petunjuk, hingga keterangan semua pihak yang dianggap mengerti kasus ini.

"Termasuk Hary Tanoe. Sebagai pemilik perusahaan dia harusnya tau dong. Masa enggak tahu," ujarnya.

Baca: Hary Tanoe Diperiksa soal Dugaan Korupsi PT Mobile 8

PT Mobile 8 Telecom diduga memanipulasi transaksi penjualan produk telekomunikasi. Produk yang dimanipulasi di antaranya telepon seluler dan pulsa kepada distributor di Surabaya, PT DNK, senilai Rp80 miliar selama 2007-2009.




(UWA)