Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur Ditahan KPK

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 21 Apr 2017 19:38 WIB
kasus suap
Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur Ditahan KPK
KPK. Foto: MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Dwi Widodo, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terjerat dalam kasus dugaan suap terkait penerbitan calling visa di KBRI Kuala Lumpur.

Dwi keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Dengan mengenakan rompi tahanan oranye, ia langsung bergegas memasuki mobil tahanan KPK tanpa memberikan sepatah kata pun.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, Dwi ditahan selama 20 hari ke depan. Ia dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur, Jakarta Selatan. 

"Hari ini dilakukan penahanan terhadap tersangka DW (Dwi Widodo)," kata Febri, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 21 April 2017.

Dwi Widodo ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Februari. Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) itu diduga menerima suap sebesar Rp1 miliar. Uang diduga diterima dari salah satu perusahaan di Malaysia. 

Baca: TKI Kembali Jadi Korban 'Keserakahan' Oknum Pejabat Imigrasi

Modus yang digunakan adalah meminta perusahaan selaku agen untuk memberikan sejumlah uang atas pembuatan paspor bagi warga negara Indonesia di Malaysia yang hilang atau rusak. Paspor diterbitkan melalui metode reach out dan memungut biaya yang melebihi tarif resmi terkait penerbitan calling visa.

Dwi pun terjerat hukum. Dia dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Wndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.


(OGI)