Minta Dana Nyaris Rp1 Triliun, Ini Tugas Densus Tipikor

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 26 Sep 2017 15:14 WIB
densus tipikor
Minta Dana Nyaris Rp1 Triliun, Ini Tugas Densus Tipikor
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian RI membutuhkan Rp975 miliar untuk merealisasikan Detasemen Khusus (Densus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kelak, Densus Tipikor tak hanya bertugas memberantas, tapi juga mencegah rasuah.

"Kita juga ada preventif. Jadi, dana itu tak hanya untuk anggota. Untuk operasional juga," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Selasa 26 September 2017.

Besarnya permintaan dana, lanjut Setyo, karena Densus Tipikor juga bakal ada di setiap kepolisian daerah. Dia berharap pemerintah mengalokasikan dana sebesar itu.

"Jika terlalu banyak, diikurangi atau kami kembalikan ke negara. Kalau kurang, minta lagi," kata dia.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polri dalam setahun menangani lebih dari 1.000 kasus korupsi. "Saya tidak mau membandingkan dengan KPK, tapi saat ini kita menangani seribu lebih (kasus korupsi)," katanya.

Setyo yakin kepolisian bisa mengembalikan kerugian negara akibat korupsi melebihi nilai anggaran yang diajukan untuk membentuk Densus Tipikor. "Tapi sebetulnya, yang lebih penting adalah pencegahan. Jangan sampai negara dirugikan."

Baca: Dana Operasional Densus Tipikor Setara KPK

Jenderal bintang dua ini menyebut Densus Tipikor bakal bekerja awal Desember 2017. Para perwira yang bertugas di sana dipastikan memiliki dedikasi dan integritas tinggi.

"Kami telah mengajukan ke Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) melalui Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri untuk mencari para calon perwira sesuai kualifikasi seperti itu," katanya.




(UWA)