Jaksa Agung Pastikan Eksekusi Terpidana Mati Teroris

Ilham wibowo    •    Jumat, 18 May 2018 15:40 WIB
terorisme
Jaksa Agung Pastikan Eksekusi Terpidana Mati Teroris
Jaksa Agung M Prasetyo--Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo memastikan terpidana hukuman mati pada kasus terorisme bakal dieksekusi, setelah aspek yuridis lengkap. Terpidana hukuman mati memiliki hak mengajukan peninjauan kembali. 

"Yang pasti memang kalau semua persoalan (aspek yuridis) sudah selesai rasanya tinggal nunggu saat yang tepat (untuk dieksekusi)," ujar Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Mei 2018. 

Prasetyo belum mau menyebut kapan eksekusi hukuman paling berat itu dilaksanakan. Pasalnya, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 107/PUU-XII/2015 disebutkan bahwa permohonan grasi merupakan hak prerogatif presiden yang tidak dibatasi waktu pengajuannya karena menghilangkan hak konstitusional terpidana. "Sekarang bulan puasa kan, kita jangan bicara eksekusi mati dulu," ujarnya. 

Baca: Dosa Aman Abdurrahman di Mata Jaksa

Terkait terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman, vonis hakim diharapkan sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Prasetyo menyebut tuntutan hukuman mati terhadap Aman sudah tepat. 

"Kita tunggu putusan hakim seperti apa, semua fakta dan bukti telah diuraikan. Pertimbangannya memberatkan semua, tidak ada hal yang meringankan," ungkap Prasetyo. 



Kejahatan yang dilakukan Aman sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dinilai tak bisa diberikan keringanan atas dasar apapun. Peran Aman terkait dengan serangkaian insiden bom bunuh diri di Tanah Air baru baru ini memperberat tuntutan. 

"Si Aman ini disangkakan dalam bom Thamrin dan Kampung Melayu, termasuk yang di Surabaya ternyata jaringan JAD, Pekanbaru pun terafiliasi JAD juga," tuturnya. 

Tuntutan JPU juga diperberat dengan tindakan Aman sebagai residivis dalam kasus yang sama. Aman dinilai dapat membahayakan kehidupan masyarakat dengan penyebaran paham kepada pengikutnya. 

"Aman Abdurrahman ini setiap dakwahnya mengatakan pengikutnya untuk jihad di tempatnya masing-masing, ini yang dikerjakan mereka termasuk juga nampaknya Aman ini menulis buku-buku yang dijadikan acuan pengikutnya," pungkasnya. 


(YDH)