Bos Apac Group Ikut Ditangkap KPK

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 13 Jul 2018 23:49 WIB
ott kpk
Bos Apac Group Ikut Ditangkap KPK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menangkap bos Apac Group Johanes B Kotjo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (EMS). Informasi dihimpun, Johanes Kotjo merupakan pihak yang diduga memberikan suap kepada Eni Maulani.

"Ya Johanes Kotjo sudah ada di KPK, uang diberikan oleh Johanes B Kotjo," kata salah satu sumber internal KPK, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Dalam operasi senyap hari ini, KPK juga menyita uang sebanyak Rp500 juta. Uang itu diduga bagian dari fee pengurusan proyek yang berkaitan dengan Komisi VII terkait Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut sumber, pemberian uang dari Johanes Kotjo itu disinyalir berkaitan dengan proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau. Proyek pembangkit listrik itu masuk dalam proyek 35.000 megawat (MW). "Terkait proyek listrik 35.000 megawatt," ujar dia.

Berdasarkan penelusuran Medcom.id, sejumlah konsorsium yang terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co, Ltd. (CHEC) memang tengah menggarap proyek PLTU di Riau.

Johanes Kotjo diketahui merupakan salah satu pemegang saham di BlackGold. Perusahaan itu bergerak di bidang energi multinasional. Tak hanya itu, Johanes Kotjo juga dikenal sebagai salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD267 juta pada 2016.

Johanes Kotco dan Eni Maulani ditangkap bersama tujuh orang lainnya yang terdiri dari unsur staf ahli, sopir dan sejumlah pihak swasta. Kesembilan orang itu ditangkap usai melakukan transaksi rasuah.

Saat ini, kesembilannya sudah berada di markas antikorupsi untuk menjalani pemeriksaan awal. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari kesembilan orang tersebut.


(AGA)