Pernyataan Aris Budiman Dikutip di Pleidoi Novanto

Faisal Abdalla    •    Jumat, 13 Apr 2018 17:11 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Pernyataan Aris Budiman Dikutip di Pleidoi Novanto
Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Kuasa Hukum terdakwa kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Setya Novanto menggunakan keterangan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Aris Budiman, ke dalam nota pembelaan (pleidoi). Keterangan itu terkait dengan Johannes Marliem yang belum pernah diperiksa KPK. 

Johannes merupakan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek KTP-el. Johannes diyakini punya alat bukti yang mampu mengungkap kasus ini.

"Bagi kami sehubungan dengan apa benar belum ada pemeriksaan terhadap Johannes Marliem terkait perkara KTP-el ini, seharusnya tidak terjadi dalam proses hukum profesional," kata anggota tim kuasa hukum Novanto, SF Marbun, di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018. 

Marbun menyebut rekaman pembicaraan Johannes yang diputar jaksa KPK dalam persidangan tidak sah. Pasalnya, Johannes belum pernah diperiksa.

"Sebab bagaimanapun upaya keras untuk menghadirkan segala sesuatu yang berhubungan Johannes Marliem menunjukkan betapa pentingnya posisi Johannes Marliem. Tetapi, Johannes Marliem tidak pernah diperiksa menurut hukum Indonesia, dan pemeriksaannya di Amerika pun melanggar asas-asas Amerika," sambungnya.

Baca: Luapan Emosi Brigjen Aris terhadap KPK

Aris sebelumnya membuka borok KPK. Sambil meluapkan emosi, Aris mengaku kecewa dengan lembaga antirasuah itu.

Aris mempertanyakan sikap KPK yang tebang pilih soal penggeledahan. Menurut dia, KPK mudah menggeledah institusi lain, tetapi perusahaan Biomorf Lone Mauritius, perusahaan Johannes, yang diduga terlibat dalam kasus KTP-el tidak digeledah.

Tapi, KPK tak sekalipun meminta keterangan dari Johannes sampai akhir hayatnya selama penyidikan kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Padahal, kata Aris, Marliem salah satu pihak yang menyimpan ratusan gigabyte rekaman percakapan proyek KTP-el.
 
"Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya. Perusahaan Johannes Marliem yang namanya Biomorf tidak pernah digeledah. Padahal sudah dimintakan surat penetapan penggeledahan," tegas Aris, 6 April 2018. 





(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA