Ahok Diminta Maafkan 2 Saksi Pelapor

Ilham wibowo    •    Rabu, 11 Jan 2017 12:19 WIB
kasus hukum ahok
Ahok Diminta Maafkan 2 Saksi Pelapor
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua Patriot Garuda Nusantara (PGN) Gus Abdul Kafi. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diminta mengurungkan niat melaporkan Irena Handono dan Muhammad Burhanudin ke polisi. Lebih baik, Irena dan Burhanudin dimaafkan saja.

"Kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan. Tak usah bikin repot. Orang seperti itu diampuni saja," kata Ketua Patriot Garuda Nusantara (PGN) Gus Abdul Kafi di Rumah Lembang, markas pemenangan pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat, di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Gus Abdul menukil kisah Nabi Yusuf. Kepada Ahok, dia mengatakan, utusan Tuhan itu pernah difitnah, bahkan oleh saudaranya sendiri. Nabi Yusuf lalu dimasukkan ke dalam sumur, juga dipenjara. Namun, semua itu tak pernah menihilkan kebenaran yang dibawa Nabi Yusuf.

"Beliau (Nabi Yusuf) dapatkan ridho sehingga lolos. Kebenaran tidak perlu dibela," kata Gus Abdul.
 
Dalam kesempatan itu, Gus Abdul juga sempat memberikan cendera mata berupa cincin batu akik. Cincin ini sebagai pengingat Ahok kepada Gus Abdul. "Cincin ini biar ingat terus. Jangan buat berantem, sekalipun dikelingking ada manfaatnya."

Sebelumnya, tim kuasa hukum Ahok, Humprey Djemat, berencana melaporkan Irena dan Burhanudin. Dua saksi pelapor itu dituding memberikan keterangan palsu. "Kita akan laporkan, karena ini sudah mau akhir, besok (Rabu 11 Januari) kita laporkan ke Polda Metro Jaya," kata Humprey.
 
Humprey menuding Irena dan Burhanudin telah memfitnah kliennya. Pernyataan Irena yang menyebut Ahok kerap merobohkan masjid sewaktu menjabat aktif jadi Gubernur DKI, contohnya.

"Pak Ahok bilang, 'Masjid mana yang saya robohkan? Bagaimana saya merobohkan masjid, padahal saya membangun sekian banyak masjid'. Jadi apa yang saudara saksi bilang ini adalah bohong dan fitnah," kata Humprey.
 
Irena, kata dia, juga menyebut Ahok melarang kegiatan keagamaan Islam digelar di Monas. Sedangkan, kegiatan di luar itu diperbolehkan.
 
Menurut Humprey, itu juga tidak benar. Sebab, saat masih aktif, Ahok merasa tidak pernah mengeluarkan larangan itu. Sesuai aturan yang ada, kata dia, kegiatan yang boleh digelar di Monas hanya kegiatan yang bersifat kenegaraan.
 
"Tidak pernah ada larangan untuk agama tertentu. Ini juga fitnah," ujar Humprey.


(FZN)

Hasil Pleno KPU DKI: Ahok-Djarot Unggul

Hasil Pleno KPU DKI: Ahok-Djarot Unggul

8 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: KPU DKI Jakarta telah merampungkan rapat pleno terbuka rekapitulasi p…

BERITA LAINNYA