KPK Telusuri Gratifikasi Zumi Zola dari Pihak Swasta

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 19 Feb 2018 10:56 WIB
ott anggota dprd jambi
KPK Telusuri Gratifikasi Zumi Zola dari Pihak Swasta
Ilustrasi KPK - MI

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali dugaan gratifikasi pada tersangka Zumi Zola. Komisi menjadwalkan pemeriksaan kepada pihak swasta Heru Juli Kusuma untuk mengorek soal itu. 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZZ," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 19 Februari 2018.

Belum diketahui secara pasti kaitan Heru Juli dalam kasus dugaan rasuah yang menjerat politikus PAN tersebut. Kuat dugaan, dia mengetahui, mendengar, atau melihat secara detail rentetan praktik rasuah di lingkungan Pemprov Jambi tersebut.

KPK sebelumnya mengumumkan status tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan sebagai tersangka. Keduanya, ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp6 miliar.

(Baca juga: Zumi Zola Disebut Merestui Suap DPRD Jambi)

Zumi Zola dan Arfan diduga kuat 'memalak' sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi. Uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai 'uang ketok' agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Atas perbuatannya, Zumi Zola dan Arfan disangkakan Pasal 12 huruf B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi. Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono; Plt Sekda Jambi, Erwan Malik; Plt Kadis PUPR Jambi Arfan; dan Asisten Daerah III Syaifuddin.

(Baca juga: Zumi Zola Dicecar Soal Instruksi Menyuap DPRD Jambi)





(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA