Narkoba Sindikat Aceh-Malaysia Dinilai Kualitas Wahid

Faisal Abdalla    •    Kamis, 09 Nov 2017 13:10 WIB
narkoba
Narkoba Sindikat Aceh-Malaysia Dinilai Kualitas Wahid
Kepala BNN Komjen Budi Waseso menunjukkan narkoba sitaan dari jaringan Aceh-Malaysia. Foto: MTVN/Faisal Abdalla.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita narkotika jenis sabu seberat 220 kg dan 8.500 pil ekstasi dari sindikat narkoba di Aceh yang terafiliasi dengan jaringan di Malaysia. Barang haram yang mereka edarkan disebut berkualitas wahid.

"Ini ekstasi yang berwarna oranye buatan Belanda. Kualitasnya terbaik," kata Kepala BNN, Komjen Pol. Budi Waseso di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 9 November 2017. 

Buwas mengatakan, ekstasi jenis yang sama pernah diselundupkan oleh gembong narkoba yang sudah dieksekusi mati, Freddy Budiman. Selain narkoba jenis ekstasi, BNN juga menyita 10 ribu butir pil happy five. 

"Barang-barang ini diterima dari sindikat di Malaysia dengan menggunakan jalur laut dan memanfaatkan kurir. Bandarnya di Indonesia menampung dulu, baru diedarkan sesuai jumlah pemesan," imbuh Buwas. 

Di darat, Buwas mengatakan barang-barang itu ditimbun di dalam tanah. Distribusinya menggunakan mobil pick up dengan modus menimbun barang-barang haram itu dengan kelapa sawit. 

"Ini modus-modus baru. Karena mereka tahu kalau kelapa sawit tidak akan diperiksa petugas, jadi mereka pakai kamuflase itu," ujar Buwas. 

Baca: ?Jaringan Narkoba Aceh-Malaysia dikendalikan dari dalam Lapas

Dari pembongkaran jaringan narkoba Aceh-Malaysia ini, BNN menangkap empat orang tersangka, yaitu UD, RA, ABR, dan FRZ. Keempatnya ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. 

"Mereka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup," tukas Buwas. 




(OGI)