Berkas Lengkap, 3 Tersangka Vaksin Palsu Segera Disidang

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 05 Oct 2016 08:54 WIB
pemalsuan vaksin
Berkas Lengkap, 3 Tersangka Vaksin Palsu Segera Disidang
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya Imam Efendi--ANTARA/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah beberapa kali bolak-balik Bareskrim Polri-Kejaksaan Agung. Kini tiga berkas kasus vaksin palsu dinyatakan lengkap alias P21, dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Penyidik telah mengirimkan seluruh berkas perkara tersangka Vaksin Palsu (23 Berkas Perkara) ke Kejagung sejak bulan lalu. Kejaksaan Agung telah menyatakan Berkas perkara 3 Tersangka Vaksin Palsu Lengkap (P-21)," jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya melalui pesan singkat, Rabu (5/10/2016).

Agung memaparkan, berkas tersebut milik tiga tersangka yakni Sutarman, Mirza, dan Irnawati. Sutarman dan Mirza berperan sebagai distributor vaksin palsu. Sementara Irnawati berperan sebagai pengepul botol bekas.

Selanjutnya, kata Agung, total tersangka vaksin palsu ada 25 orang. Sementara itu, ketiga tersangka bakal dijerat UU Kesehatan dan UU Perlindungan konsumen.

Baca: Kemenkes Beri Peringatan 51 Faskes Soal Vaksin Palsu

Sebelumnya, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Wijajarta menilai lambannya kerja satgas vaksin palsu.

Marius menduga hal tersebut lantaran tidak ada kontrol yang serius dari pemerintah. "Seolah-olah tidak menjawab persoalan yang ada selama ini. Apa perlu kita buat satgas tandingan?" Kata Marius di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Agustus.

Marius menyampaikan, satgas harus terdiri dari orang-orang yang independen. Selama ini, satgas terdiri dari bagian farmasi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang notabene tersangkut kasus tersebut.

Menteri Kesehatan Nila Juwita Moeloek memaparkan bagaimana para tersangka membuat dan mendistribusikan vaksin palsu.

Baca: Alur Vaksin Palsu Sampai ke Konsumen

Dari data Kemenkes yang dipaparkan dalam rapat kerja dengan Komisi IX, awalnya ditemukan botol bekas dari Rumah Sakit Hermina di Bekasi, Rumah Sakit Betesda di Jogja yang dikumpulkan oleh Sugiyanti sebagai pengumpul botol bekas. Sementara RS Harapan Bunda di Jakarta Timur pengumpul botol bekas adalah Irna dan Enday.

Dari Irna dan Enday lantas dibuatlah vaksin palsu oleh Agus Priyanto yang kemudian didistibusikan melalui distributor Thamrin. Thamrin kemudian menyuplai vaksin palsu itu ke Toko obat CV Azka Medical.

Irna dan Enday juga diketahui memasok botol vaksin kepada pembuat vaksin palsu Rita Agustina dan Hidayat. Dua orang ini kemudian menyuplai vaksin palsu kepada Mirza, Pius dan Sutarman untuk disitribusikan melalui apotik Ciledug dan Rawa Bening Jatinegara yang kemudian diketahui ada klinik dan RS yang terlibat dalam vaksi palsu.


(YDH)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

14 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA