Polri: Pemberantasan Terorisme Kerja Bersama

Faisal Abdalla    •    Senin, 28 May 2018 17:13 WIB
revisi uu terorisme
Polri: Pemberantasan Terorisme Kerja Bersama
Ilustrasi: Penangkapan teroris. Foto: Antara.

Jakarta: Mabes Polri menegaskan kasus terorisme perlu mendapatkan perhatian seluruh kalangan. Korps Bhayangkara pun mengapresiasi disahkan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU. 

"Polri sudah mengatakan bahwa untuk menanggulangi terorisme itu kerja bersama semua pemangku kepentingan di negara ini. Polri yakin dengan bersama-sama, semua dapat ditanggulangi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018. 

Iqbal mengatakan, dalam konteks penegakan hukum, Polri, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan punya tugas masing-masing. Namun, semua pihak bertanggung jawab mencegah terorisme. 

"Kalau dalam konteks pencegahan semua stakeholder yang ada termasuk masyarakat (harus berpartisipasi) agar tidak ada ruang aksi terorisme," pungkas dia. 

Baca: UU Antiterorisme Diharapkan Membuat Indonesia Aman

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 direvisi dengan menguatkan fungsi, peran, dan tugas BNPT. BNPT bertanggung jawab langsung kepada presiden sebagai koordinator penanggulangan teror di Indonesia. 

Penguatan BNPT diatur dalam pasal khusus pada Bab VII B tentang kelembagaan. Ada tiga pasal yang secara khusus menjabarkan peran, fungsi, dan tugas BNPT, yakni Pasal 43E, 43F, dan 43G.





(OGI)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

22 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA