Ahli Sebut Ada Pihak di Luar KPK yang Intervensi Miryam

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 18 May 2017 17:03 WIB
korupsi e-ktp
Ahli Sebut Ada Pihak di Luar KPK yang Intervensi Miryam
Suasana sidang praperadilan Miryam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 18 Mei 2017--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diyakini tak pernah mengintimidasi Miryam S. Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu. Sebaliknya, ada pihak di luar KPK yang mengintervensi Miryam.

"Saya mendapat info itu," kata Wawan Yunarwanto, saksi ahli yang dihadirkan KPK, pada persidangan praperadilan Miryam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 18 Mei 2017.

Info Wawan dapat dari Novel Baswedan. Kata Novel, tambah dia, Miryam mengeluh terintimidasi lantaran kasus KTP elektronik. "Sebelum pemeriksaan saksi, Novel sempat ngobrol dengan Miryam, dan dia bilang ada penekanan pada dia. Seingat saya pada saat penyidikan (22 Maret 2017)," kata Wawan.

Baca: KPK Hadirkan Dua Ahli di Sidang Praperadilan Miryam Hari Ini

Seperti diketahui, pada persidangan kasus KTP-El pada Kamis 23 Maret 2017, Miryam mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Alasannya karena ada tekanan dari pihak KPK dalam pemeriksaan Miryam sebagai saksi kasus itu.

Wawan menyebut, Novel sempat menawarkan perlindungan untuk Miryam. Namun, Miryam tak mau. "Dia merasa nyaman dan tak perlu perlindungan. Itu 22 Maret, sebelum Miryam mencabut keterangan di persidangan tanggal 23 Maret," lanjut Wawan.

Ujungnya Miryam dijadikan tersangka memberikan keterangan palsu karena mencabut BAP dengan alasan mendapat intimidasi dari penyidik KPK. Seusai sidang, Wawan mempertanyakan pencabutan BAP itu saat ditemui wartawan.

Lantaran mekanisme BAP yang mengharuskan pemberi keterangan untuk menulis keterangan di kertas yang disediakan, senada dengan pernyataan Miryam saat diperiksa oleh penyidik KPK.


(YDH)