Satgas Pangan Cium Kenaikan Harga Cabai di NTB

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 18 May 2017 20:55 WIB
pangan
Satgas Pangan Cium Kenaikan Harga Cabai di NTB
Wakil Ketua Satgas Pangan Brigadir Jenderal Agung Setya dalam konferensi pers di Mabes Polri. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satgas Pangan mencium adanya fenomena kenaikan harga cabai rawit merah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka pun segera bergerak menelusurinya. 

"Tim sudah sampai dan sedang dilakukan langkah-langkah," kata Wakil Ketua Satgas Pangan Brigadir Jenderal Agung Setya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 18 Mei 2017. 

Menurut dia, pihaknya akan berupaya untuk mengantisipasi dan mengendalikan harga. "Kita lihat ada rantai distribusi yang harus diperbaiki. Tim sedang bekerja agar harga bisa turun," ucap dia.

Di sisi lain, Agung meyakini stok bahan pangan memadai hingga Iduladha 2017. Satgas pangan di polda dan polres juga telah diminta untuk lebih aktif dalam mengawasi rantai distribusi dan mengecek gudang. 

"Diharapkan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi kita dapat pantau dan bisa kendalikan harga," pungkas dia. 

Selain cabai, Satgas Pangan juga menemukan indikasi harga daging ayam bakal naik. Agung menekankan, fenomena ini harus selalu disikapi. Pasalnya, harga yang merangsek naik adalah ayam hidup di perternak. 

Baca: Publik Diminta Melapor bila Ada Kenaikan Drastis Harga Pangan

Kenaikan harga di tingkat peternak bakal berpengaruh terhadap harga ayam potong. Harga ayam yang naik pun berada di luar Pulau Jawa, yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Ini peningkatan harga diperkirakan rantai distribusi panjang dengan biaya tinggi sehingga harga naik ataupun di atas rata-rata nasional.  Ini dari hasil analisa kita," sambung Kepala Satgas Pangan Inspektur Jenderal Setyo Wasisto. 


(OGI)