Keterangan Novanto Bisa Membongkar Korupsi KTP-el

Putri Anisa Yuliani    •    Selasa, 18 Jul 2017 09:36 WIB
korupsi e-ktp
Keterangan Novanto Bisa Membongkar Korupsi KTP-el
Ketua DPR Setya Novanto (batik coklat). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik (KTP). Keterangan Novanto dapat membuka tabir kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu.
 
Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan, penetapan status tersangka Novanto dapat menjadi pintu masuk untuk menguak kasus korupsi KTP-el.
 
"Penetapan Setnov sebagai Tersangka diharapkan menjadi pintu masuk untuk membuka selubung korupsi yang diduga melibatkan sederetan politikus itu," kata Lucius kepada Media Indonesia, Selasa 18 Juli 2017.
 
Menurut Lucius, ditetapkannya Novanto sebagai tersangka berpotensi membuka konflik antara Pansus Angket dan KPK.

Baca: KPK Beberkan Peran Setya Novanto dalam Kasus KTP-el

Penetapan tersebut kian menegaskan bahwa dugaan keterlibatan politisi DPR dalam kasus KTP-el bukan sekadar isapan jempol.
 
"Tak ada alasan bagi Pansus untuk terus bekerja disaat satu per satu anggota DPR sedang diselidikki KPK. Semakin mereka menampilkan kisah horor tentang KPK, semakin kelihatan bahwa mereka takut dengan menjadi narapidana korupsi," katanya.
 
Lucius mengapresiasi KPK yang konsisten menggarap kasus KTP-el. Diharapkan muncul lebih banyak nama yang dijadikan tersangka sebagaimana tercantum dalam dakwaan jaksa KPK.
 
"Penetapan status Novanto sebagai tersangka menegaskan bahwa KPK tetap konsisten bekerja serius untuk memastikan pemberantasan korupsi terus berlangsung," katanya.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik setelah KPK mencermati fakta persidangan.

Baca: ICW Minta Novanto Mundur dari Jabatannya

"KPK menetapkan SN dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.
 
Novanto diduga menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya terhadap jabatannya. Sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara hingga Rp2,3 triliun.
 
Agus mengatakan, KPK menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Novanto sebagai tersangka. Novanto diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan.
 
Novanto dijerat Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

27 minutes Ago

Zuhro menilai kasus yang menjerat Novanto merupakan kasus terberat yang pernah menimpa pemimpin…

BERITA LAINNYA