Sidang Eksepsi Miryam Ditunda

Nur Azizah    •    Selasa, 18 Jul 2017 11:07 WIB
korupsi e-ktp
Sidang Eksepsi Miryam Ditunda
Terdakwa Kasus Keterangan Palsu Miryam S. Haryani - MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S. Haryani batal membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang ditunda hingga Senin, 24 Juli mendatang.

"Karena ada salah satu keluarga hakim yang meninggal, maka sidang ditunda hingga Senin depan," kata Hakim Ketua John Halasan Butar-Butar di ruang pengadilan, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juli 2017.

Miryam didakwa dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar. Caranya, mencabut keterangannya yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di KPK.

Miryam didakwa melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca juga: Miryam Bersikukuh Ditekan Penyidik KPK)

Dia merasa keberatan didakwa sebagai pemberi keterangan palsu. Politikus Hanura ini tetap pada pendiriannya tidak pernah memberi keterangan palsu.

"Saya tidak mengatakan keterangan tidak benar sesuai dengan Pasal 22 (UU Tipikor)," kata Miryam usai sidang pembacaan dakwaan, Kamis, 13 Juli 2017,

Politikus Hanura itu merasa aneh didakwa memberi keterangan palsu. Dia mengklaim sudah menyampaikan seluruh keterangan yang sebenarnya di dalam persidangan.

Soal BAP yang banyak menyebut peran anggota DPR, dia justru mengaku memberi keterangan dalam keadaan tertekan. "Saya merasa agak tertekan dan cukup stres ya. Terutama yang dominan menekan saya adalah pak Novel (penyidik senior KPK Novel Baswedan)," kata Miryam.

(Baca juga: Dua Politikus Hanura Pernah Coba Bungkam Miryam)

Miryam juga mengaku heran bila disebut ditekan oleh rekan sesama politikus. Menurut dia, seharusnya KPK memberikan perlindungan bila memang ada pengakuan rasa terancam di awal penyidikan.

"Kenapa tidak diberikan perlindungan kepada saya? Kok didiamkan? Kan jeda pemeriksaan pertama dan berikutnya cukup lama," kata Miryam.

Dia mengaku siap dikonfrontir dengan penyidik yang memeriksanya. Bahkan dia mengaku siap untuk diadu dengan bukti rekaman. "Bagaimana (pemeriksaan), tidak bisa dilihat dari video. Tertekan di fisik dan video kan beda," tandas dia.

Miryam akan menghadirkan saksi ahli untuk membuktikan hal ini. Namun, dia belum mau membocorkan saksi yang akan dihadirkan di sidang nanti.

 


(REN)

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

22 minutes Ago

KPK memeriksa Mantan Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dal…

BERITA LAINNYA