Presiden Ajak Negara-negara ASEAN Memerangi Terorisme

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 11 Aug 2017 12:21 WIB
terorismeasean
Presiden Ajak Negara-negara ASEAN Memerangi Terorisme
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di peringatan 50 tahun ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengajak seluruh negara untuk bersama-sama memerangi aksi kejahatan terorisme. Utamanya, negara di ASEAN yang kini tengah menghadapi tantangan ancaman dari kelompok radikal dan kejahatan lintas batas.

"Ancaman terorisme merupakan ancaman yang nyata, serangan terorisme di Marawi menjadi wake up call bagi kita yang perlu direspons dengan segera. Untuk itu, kita harus bersatu menggalang kerja sama, memperkuat sinergi untuk memerangi terorisme," ujar Jokowi dalam sambutannya di Peringatan 50 tahun ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Jokowi mengatakan, dalam menghadapi terorisme, Indonesia telah menggagas hubungan trilateral bersama Filipina dan Malaysia. Tiga negara ini bersepakat membahas penguatan dalam pemberantasan terorisme di Manila sejak 22 Juni 2017.

Tak hanya itu, lanjut dia, Indonesia juga menggagas pertemuan sub regional bersama dengan Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina di Manado, 29 Juni 2017. Tujuannya, untuk memerangi serangan dari kelompok-kelompok radikal.

"Saya yakin dengan kerja sama yang lebih erat lebih kuat kita bersama-sama akan mampu melawan ancaman terorisme di kawasan ini," kata dia.


(Baca juga: Presiden: ASEAN Selalu Sukses Meredam Konflik)


Memerangi Narkoba

Tak cuma terorisme, Jokowi menilai narkoba menjadi salah satu ancaman besar dari kejahatan lintas batas yang perlu mendapatkan perhatian ASEAN. Bahkan, Indonesia telah menetapkan darurat narkoba di Tanah Air.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak ingin obat-obatan terlarang merusak masa depan para pemuda ASEAN. Untuk itu, ia meminta negara-negara ASEAN harus menyatakan perang kepada narkoba dan obat-obat terlarang.

"Tidak ada jalan lain kecuali bersatu menyelamatkan ASEAN dari narkoba dari obat-obat terlarang," tegas dia.
 


(REN)

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

39 minutes Ago

Terdakwa kasus korupsi ktp-el Setya Novanto terancam pidana berat. Dalam surat dakwaan yang dib…

BERITA LAINNYA