Jonru Diminta Dicegah Pelesiran ke Luar Negeri

Ilham wibowo    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:18 WIB
ujaran kebencian
Jonru Diminta Dicegah Pelesiran ke Luar Negeri
Jonru Ginting memegang buku karyanya di Jakarta. Foto: Vini Maryane Rosya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Muannas Al-Aidid meminta kepolisian mengajukan status cegah terhadap  pemilik akun media sosial Jonru Ginting. Dia menduga Jonru bisa melarikan diri saat pelesiran ke luar negeri. 

"Intinya agar polisi melakukan pencekalan terhadap laporan saya. Kami khawatir dia (Jonru) melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," kata Muannas melalui sambungan telepon, Jumat 15 September 2017. 

Muannas mengklaim mengantongi bukti sehingga Jonru harus mendahulukan masalah hukum di Indonesia. Dia pun meminta polisi bergerak cepat.

"Pencekalan itu perlu dilakukan, karena Jonru kan berencana umrah, sementara belum ada kepastian tindakan apa pun dari kepolisian. Kami juga belum tahu kapan akan diperiksa," ujar dia. 

Sementara itu, bukti yang dipegang Muannas di antaranya, unggahan Jonru di sosial media serta dua laporan dugaan pencemaran nama baik yang sudah diterima kepolisian. Jonru, kata dia, sudah mengunggah status Facebook penuh dengan unsur kebencian sejak 2014. 

Menurut dia, polisi harus menindak Jonru agar tidak terjadi perpecahan akibat tulisannya. Permintaan permohonan pencegahan pun akan disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya. 

Muannas geram Jonru tetap menyebar fitnah di media sosial bahkan pascadilaporkan ke kepolisian. "Dilaporkan kemudian tidak menimbulkan efek jera. Tetap melakukan posting-an yang juah lebih provokatif. Misalnya dia melakukan potongan nama saya, itu nama yang berbeda," ucap Muannas. 

Muannas Al Aidid melaporkan Jonru ke Polda Metro Jaya pada Kamis 31 Agustus 2017. Dalam laporan bernomor LP/4153/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimsus itu, Jonru disebut menebar ujaran kebencian di media sosial pada periode Maret hingga Agustus 2017.

Laporan merujuk pada Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menanggapi pelaporan ini, Jonru bersikap santai. 

"Dipersilakan pak polisi. Dengan senang hati," ujar Jonru melalui akun Facebook.

Dia menjamin semua unggahannya masih utuh dan tak ada yang disembunyikan. "Tak ada yang perlu saya takutkan. Saya berani karena saya berada di pihak yang benar," kata dia.


(OGI)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

41 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA